Sering ke Borobudur? Nah, seringkali banyak orang yang mengenal Borobudur hanya dari Candinya saja, padahal banyak sekali panganan lokal yang bisa membuat kita datang lagi dan lagi ke tempat ini. Salah satunya adalah Mangut Beong, yang berlokasi di desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Pertama kali saya sangat bingung, apa itu Beong? Kata masyarakat lokal, Beong merupakan ikan spesifik yang ada di kawasan tersebut. Perawakannya seperti lele, namun dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya. Masyarakat sekitar biasanya mengolah Beong, menjadi sajian Mangut Beong dengan dua rasa yaitu pedas dan gurih.

Salah satu penjual Beong, kuliner khas Borobudur (Foto: akbarmuhibar)

Kali ini saya mengunjungi salah satu penjaja Beong yang terkenal, namanya “Rumah Makan Sehati” dan dipercaya sebagai beberapa warung pertama yang menjual Beong di kawasan ini. Letaknya sendiri cukup tersembunyi, sekitar 100 meter dari jalan utama. Namun pembelinya? Beuh, jejeran mobil pemerintahan dan mobil dengan jenama ternama mengantri di sini.

Pemandangan Rumah Makan Sehati di Kembanglimus, Borobudur. 100 m dari jalan utama. (Foto:Akbarmuhibar)

Rumah Makan Sehati sendiri menjajakan dua jenis sajian Beong, yaitu Beong Pedas, dan Beong Gurih. Ditemani dengan nasi putih dan sayur urap yang menjadi pendampingnya. Sebagai orang yang cinta dengan kuliner pedas, saya memilih Mangut Beong Pedas, yang seringkali sudah habis ketika makan siang. Oh iya, salah satu yang spesial satu lagi adalah Ndhas Beong, alias kepala beong yang besar, dan biasanya disajikan dengan bagian tubuh dan ekornya dalam satu piring utuh.

Sajian lengkap dari Beong, ada mangut beong, urap dan nasi putih. dijamin kenyang setelah menikmati kuliner ini. (Foto: akbarmuhibar)

Sambalnya sendiri kalau saya bilang pedas di lidah dan pedas di tenggorokan, sebab ikan beong ini direndam dalam campuran minyak dan cabe yang utuh cukup lama. Setelah itu baru dipanaskan serta ditambahkan bumbu. Walhasil tekstur ikan yang dihasilkan terbilang lembut, serta pedasnya merata hingga lapisan terdalam.

Untuk mengurangi rasa pedas yang menggigit lidah, biasanya saya akan menyampurkan potongan Mangut Beong, dengan nasi putih dan urap. Nah, sayur urap ini terbilang ampuh untuk mengurangi rasa pedas yang sudah menjalar di lidah. Kalau ingin meredakan pedas dengan es teh manis, mungkin saya sangat tidak sarankan. Boro-boro nasi habis, yang ada akan kekenyangan karena miunm teh kebanyakan, hahahaha.

Si Ikan Beong dengan kuah penuh dengan cabe. Bisa di pilih bagian ekor, badan, atau kepala. Dijamin kuliner borobudur ini maknyus. (Foto: Akbarmuhibar)

Salah satu pendamping makan Beong yang tidak bisa dilewatkan adalah kerupuk putih! Tekstur garing yang dipadukan dengan ikan beong yang lembut dan kuahnya yang pedas, akan menjadikan makan Anda makin berkesan. Dijamin ketika kembali ke Borobudur, kuliner yang satu ini tidak akan terlewatkan.

Oh iya, harganya sendiri untuk 2 porsi kira-kira habis 90.000 rupiah, termasuk minuman dan teh manis ya. Jadi kalau teman-teman yang ingin membawa rombongan menikmati Mangut Beong yang legendaris ini, tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam ya! Cocok lah sebulan sekali untuk menikmati ini, karena sensasi pedasnya benar-benar membuat ketagihan.

Mau coba? Tenang, kalau mau nanti saya antarkan ke tempatya ya, hihihi. Selamat berburu kuliner yang luar biasa di daerah Borobudur.

One Reply to “Mangut Beong, Kuliner Legendaris dari Bumi Borobudur”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!