“Ayo! Ayo! Ayo! Tinggal 30 detik lagi ini!”Suasana semakin hangat ketika MC kita, Yosh Aditiya menyuruh seluruh peserta cepat-cepat menata sesuatu di atas piring. Seluruh peserta dalam ruangan juga ikut bersorak karena kompetisi mini yang tidak disangka-sangka ini. Ya, kami semua sedang berlatih untuk menata makanan, sesuai dengan kaidah Isi Piringku yang sudah dijabarkan dengan lugas oleh dr. I Putu Suiaroka, M.Kes. dalam kegiatan Danone Blogger Academy 2019, 29 Agustus — 1 September 2019 di Pabrik¬†Aqua¬†Mambal, Bali.

“Mau yang mana lagi nih? Buahnya yang ditambah atau sayurnya yang ditambah,” tanya saya.

“Ga usah, cukup-cukup segini mah,” ujar Cici Desri yang menjadi ketua tim kami dalam kompetisi ini.

“Setop, setop, sudah, tangan angkat ke atas dan piring makanan bisa diletakkan di atas meja penilaian,” teriak Yosh mengakhiri kompetisi.

Akhirnya kami sebagai tim terakhir memutuskan untuk menghentikan operasi menata makanan di atas piring. Tentu saja bukan saya yang susun, karena semuanya dikerjakan dengan sangat baik oleh mami-mami yang sudah lihai berumah tangga yaitu Cici Desri, Juno Agi, dan Widha Karina. Kalau dibilang ini adalah pekerjaan gampang, ternyata tidak juga karena banyak orang yang masih tidak tahu sebenarnya apa itu Isi Piringku.

Dr. I Putu Suiraoka, M.Kes, sedang menerangkan materi mengenai Isi Piringku kepada peserta Danone Blogger Academy 2019 (Doc: Akbarmuhibar)

Isi Piringku sendiri merupakan sebuah cara baru untuk menggantikan 4 sehat 5 sempurna yang sudah kita kenal dari zaman dahulu. Mengapa harus diganti? Karena 4 sehat dan 5 sempurna hanya mengajarkan apa saja bahan-bahan yang harus dikonsumsi sekali makan, bukan berapa banyak porsinya. Sehingga bisa saja seseorang makan 4 sehat 5 sempurna, tapi porsinya bisa dua kali lipat yang seharusnya dibutuhkan oleh masing-masing individu.

Sehingga Isi Piringku menawarkan presepsi baru – bagaimana dengan makan 1 porsi, dapat memberikan rasa kenyang, dan puas dengan cita rasanya- yang dilengkapi juga dengan beberapa kelengkapan lainnya. Mulai dari menekankan konsumsi air putih, adanya aktivitias fisik selama 30 menit selama sehari, mencuci tangan dengan sabun, serta adanya penimbangan badan secara rutin. Hal ini sangat berbeda ketika dulu kita dianjurkan minum susu sebagai pelengkap dari 4 sehat 5 sempurna.

“Kalau makan itu harus ada gizi seimbang, jadi kita memenuhi gizi tubuh yang diperlukan dengan aneka jenis makanan,” ujar dr. Putu.

Jadi dalam Isi Piringku nantinya akan ada 3 jenis makanan besar, yaitu nasi atau makanan pokok sesuai daerahnya, lauk, serta sayur dan buah. Masing-masingnya akan mewakili gizi yang kita butuhkan sehari-hari, yaitu makanan pokok dengan karbohidratnya, lauk sebagai protein dan lemak, sayur dan buah sebagai vitamin serta mineral.

Jenis-jenis makanan yang bisa dimasukkan dalam isi piringku, ada makanan pokok berupa nasi, lauk nabati dan hewani, sayur dan buah. (Doc: DBA 2019)

Karbohidrat sendiri berfungsi sebagai sumber tenaga kita, sedangkan protein sebagai zat pembangun sel-sel yang rusak dan diperbarui. Sedangkan lemak, dibutuhkan tubuh sebagai cadangan energi serta pelarut vitamin A, D, E, dan K. Terakhir, vitamin dan mineral digunakan untuk daya tahan tubuh. Akhirnya saya jadi berpikir ulang, ternyata setiap pembagian makanan ini ada fungsinya masing-masing dalam tubuh. Tapi kalau dikonsumsi secara berlebihan, tentunya akan menjadi masalah sepertinya.

Lalu makanan sebanyak ini bagaimana cara pembagiannya ya?

Baca soal Isi Piringku dan kaitannya dengan stunting di : Hidangan Rahasia Atasi Stunting Balita Ala Pos Gizi Desa Haya-Haya Gorontalo

Ilustrasi pembagian makanan di Isi Piringku (Doc: akbarmuhibar)

“Kita ada piring petunjuk untuk masing-masingnya, nanti ada pembagiannya Isi Piringku untuk balita, anak SD di masa pertumbuhan, serta untuk dewasa,” ujar dr. Putu.

Hemm, banyak juga ya? Padahal sebenarnya sangat sederhana. Untuk konsumsi dewasa, setiap piring itu nantinya akan dibagi tiga. Sepertiga untuk makanan pokok , sepertiga untuk sayur, dan sepertiga untuk lauk serta buah. Kalau buat anak-anak sendiri, nanti porsinya akan berubah yaitu sepertiga makanan pokok, sepertiga lauk, serta sepertiga sayur dan buah.

Apakah hanya untuk orang dewasa dan anak-anak? Tunggu dulu, karena untuk balita umur 2-5 tahun juga ada. Karena mereka membutuhkan asupan protein nabati yang cukup untuk memenuhi pertumbuhan, maka porsinya ada penambahan. Sepertiga untuk makanan pokok, sepertiga protein hewani, serta sepertiganya adalah sayur buah dan protein nabati.

“Gizi harus seimbang, karena tubuh hanya satu seumur hidup,” tutup dr. Putu di akhir penjelasannya.

Sesi persentasi tim Isi Piringku Piringku Padat Berisi, di depan dr. Putu untuk mempertanggung jawabkan kekacauan yang kami buat. (Doc: DBA 2019)

Akhirnya sajian Isi Piringku ala empat kelompok yang dibagi dari seluruh peserta Danone Blogger Academy 2019, dinilai satu persatu oleh dr.Putu. Ada yang isinya lengkap, tapi tumpukan makanannya seperti porsi makan dua hari, ada pula sayurnya terlalu banyak dan buahnya tidak beraturan. Sampai-sampai ada juga yang menyertakan satu gelas air putih di sampinya sebagai pelengkap isi piringku.

Kelompok kami akhirnya maju paling terakhir dengan sajian monumental yang berjudul : Isi Piringku, Piringku Padat Berisi.

Namun ada satu masalah.

“kayaknya kita kurang air putih ini,” ujarku pada Agi saat penilaian.

Dengan sigap Agi ngeles saat presentasi.

“Tadi ada airnya dokter, tapi udah ngga ada karena saya kehausan!”, seisi ruangan akhirnya tertawa.

Ekspresi kebahagiaan menang kompetisi. Kita tim yang luar biasa! (Doc: DBA 2019)

Hasilnya, kelompok kami menang dalam kompetisi Isi Piringku karena dinilai sesuai dengan porsinya dan seimbang komposisinya. Tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, cukup adanya. Hadiahnya, kami dapat satu porsi makanan yang harus dihabiskan. Hahahaha.

Mengutip kembali kata dr. Putu. Yuk kita jaga pola makan kita, karena makan bukan sekedar kenyang saja. Supaya gizi kita seimbang dan tubuh tetap sehat, karena tubuh hanya satu seumur hidup.


Tulisan ini sudah diterbitkan terlebih dahulu di Kompasiana.com dengan judul yang sama, sebagai proses pelatihan Danone Blogger Academy 2019 dari Danone dan Kompasiana.com di Bali, 29 Agustus – 1 September 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!