Ternganga, itulah ekspresi pertama saya ketika melihat video flashback Lomba Kompetensi Siswa SMK 2019 di Yogyakarta kali ini. Gelaran lomba yang berlangsung selama seminggu penuh dari tanggal 7 -13 Juli 2019 ini, sangat membuka mata saya yang sebelumnya sangat awam tentang pendidikan apa yang ditawarkan di Sekolah Menengah Kejuruan ini.

Jujur, meski menempuh pendidikan vokasi dalam pendidikan sebelumnya, ternyata banyangan saya tentang pendidikan SMK tidak pernah seterbuka ini. Karena dahulunya banyak stigma negatif yang mampir kepada anak-anak SMK, di era saya bersekolah. Mulai dari siswanya yang dianggap anak buangan dari SMA, atau tempat anak-anak tawuran, hingga banyaknya siswa yang dicap “nakal” yang menghuni sekolahan ini.

Namun semua pandangan ini perlahan sirna saat melihat siswa melakukan kompetensi mereka masing-masing, yang terlihat pada 32 cabang kompetisi yang mereka lakukan pada Lomba Kompetensi Siswa SMK ini. Sebutlah dari masalah perangkat lunak hingga perangkat keras, semuanya ada. Mulai dari hal yang kita anggap remeh, hingga membutuhkan ketelitian khusus untuk melakukannya. Salah satu kata yang keluar saat menyaksikan mereka berlomba adalah: “Gila! Mereka luar biasa!”

Mampir di Closing Ceremony LKS SMK 2019 di Yogyakarta, Sleman City Hall, Yogya. (Foto: Akbarjourney.com)

Bayangkan saja, di usia mereka yang sekitaran 17 tahun ini, berbagai pekerjaan teknis bisa mereka kerjakan dengan baik, mulai dari merakit mesin motor, membuat taman, membuat dinding bangunan, membuat instalasi listrik serta air, membuat sambungan kayu, hingga membuat sambungan besi. Selain pekerjaan teknis tersebut, mereka juga belajar bagaimana memanfaatkan sosial media dalam kemampuan marketing, membuat desain grafis, buat robot, membuat pola baju, menjahit, memasak, manner di restoran, hingga kemampuan perhotelan.

Bahkan yang saya sebut disini belum merepresentasikan seluruh keahlian yang mereka kuasai dari bangku SMK. Beuh intinya banyak banget! Bahkan SMK juga sekarang punya program televisi dan film – persis dengan jurusan kuliah saya saat diploma, tidak ketinggalan juga di bidang animasi. Jadi bisa dibilang tidak perlu biaya mahal untuk belajar keahlian yang nge-trend di masa ini. Karena SMK sudah memilikinya.

Keramaian peserta melihat penampilan para siswa dari SMKN 2 Bantul, satu-satunya sekolah kejuruan seni di Indonesia pada Closing Ceremony LKS SMK 2019 di  Yogyakarta (Foto: akbarjourney.com)

Saya sendiri baru bisa sempat melihat aksi para siswa SMK dari 34 provinsi di Yogyakarta ini, ketika acara penutupannya di Sleman City Hall pada 12 Juli 2019. Pada acara Closing Ceremony ini, saya bertemu dengan salah seorang siswa SMK yang berhasil memenangkan Juara 3 di bidang Motorcycle Repair and Maintanance. Secara tidak sadar, dia mencuri perhatian saya ketika tiba-tiba melompat di samping kursi saya dan keluarganya berteriak menyemangatinya lari ke depan panggung. Ternyata setelah ditanya, nama lengkapnya adalah Agung Rizqi Pratama yang kini sedang menempuh pendidikan di SMK Muhammadyah 1 Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta.

Agung Rizqi Pratama bersama keluarga pada malam Closing Ceremony LKS SMK 2019 di Yogyakarta. Agung menjadi salah satu pemenang pada perlombaan Motorcycle Repair and Maintanance. (Foto: akbarjourney.com)

Siswa yang kini sedang menunggu kenaikan ke kelas 12 keahlian teknik bisnis sepeda motor ini bercerita banyak soal persiapan perlombaannya. Ia sendiri diajak gurunya untuk mengikuti lomba, serta mendapatkan pelatihan hanya 2 minggu sebelum lomba. Sebelum mengikuti LKS SMK, Agung juga mengikuti seleksi terlebih dahulu sebelum menjadi perwakilan Provinsi DI Yogyakarta ke Lomba Kompetensi Siswa SMK 2019. Karena keterbatasan saya dalam bidang permotoran – karena cuma bisa memakainya saja dan mengisi bensinnya – percakapan kami sedikit tersendat dan menjadi sangat menarik ketika masuk ke dalam area teknis.

“Jadi apa yang kamu lakukan ketika lomba?”

“Kita ada praktik meja 5 macam mas, masing-masing 10 menit. Mulai dari pemasangan dan pengukuran log silinder…”

“Maaf tadi apa log apa? Jadi kamu nyusun piston gitu?”

“Bukan-bukan, kalau praktik meja itu beda-beda mas, ada pengukuran, pemasangan, trus kelistrikan…”

“Jadi sebenarnya ngerakit gitu?”

“Macem-macem mas, ada Troubleshooting head assembly, terus menyusun mesin silinder motor bagian atas…”

Saya diam, dan bingung.

“Tunggu mas, ini ada dari guru saya di WA,” ucapnya sambil membuka gawainya di hadapan saya.

Akhirnya saya hanya termangu melihat daftarnya karena apa yang harus Agung lakukan di lomba itu sangat banyak dan teknis.

Macam-macam pekerjaan yang harus Agus selesaikan dalam LKS SMK 2019 di Yogyakarta. (Foto: akbarjourney.com)

Ia juga bercerita setelah ada 5 praktik meja, masih ada satu hal yang harus dikerjakan untuk menentukan dia bisa meraih juara atau tidak, yaitu sesi Troubleshooting. Di sesi ini Agung diberikan sebuah motor yang tidak bisa dihidupkan, dan ia harus mampu memeriksa apa saja yang salah selama 40 menit perlombaan. Lalu bagaimana cara menentukan usahanya sukses atau tidak? Caranya sangat mudah, siapa yang mampu menghidupkan kendaraan tersebut maka ia sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Sebagai pelanggan bengkel motor, akhirnya saya cuma bisa mangut-mangut saja karena membayangkan kemampuan apa saja yang harus para montir miliki supaya mampu memperbaiki motor yang rusak.

Agung sendiri harus melawan 29 perwakilan provinsi dalam kompetisi yang diadakan pada 11 Juli 2019 ini. Ketika ditanya apa alasannya masuk SMK, dengan ringan ia menjawab karena di suruh ibunya melakukan apa yang ia suka, yaitu menempuh jalur karir di bidang motor. Harapannya juga realistis, supaya bisa mendapatkan pekerjaan lebih mudah dengan prestasi yang diperoleh.

“Supaya bisa jadi bosnya mas”, ujar Agung sambil tertawa.

Lalu apa yang ia lakukan dengan pialanya? Agung akan menyimpan pialanya di rumah dan uang pengembangan yang diperoleh akan dibagi dengan orangtua. So Sweet~

Selfie saya Bersama Agung, di sela-sela kegiatan Closing Ceremony LKS SMK 2019 di Yogyakarta. (Foto: akbarjourney.com)

Tentu cerita ini tidak sendiri, karena ada 96 cerita pemenang lainnya yang berhasil memenangkan Lomba Kompetensi Siswa SMK 2019 di Yogyakarta ini dengan kerja keras dan kemampuan mereka untuk belajar lebih. Sehingga tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah “Kompeten Menyongsong Revolusi Industri 4.0” yang berbasis teknologi digital.

Di perlombaan LKS SMK 2019 ini sendiri, ada 759 peserta yang datang dari seluruh provinsi di Indonesia. Berdasarkan kalkulasi panitia, peserta ini naik 30% dari tahun lalu dan kompetisi yang paling ramai itu ada di cabang fashion, grafis desain, serta otomotif. Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sendiri mengharapkan seluruh SMK dapat didukung oleh industri yang terkait dan mampu mengikuti seluruh bidang mata lomba LKS pada tahun 2020.

Ternyata selain lomba, LKS SMK 2019 di Yogyakarta  juga mengadakan workshop sebanyak 22 kegiatan, job matching, serta ada expo siswa SMK dari seluruh kontingen di Jogja Expo Center. Selain itu, salah satu tujuan yang terdekat untuk dicapai oleh seluruh SMK di Indonesia adalah mampu berkontribusi dalam bidang fashion. Karena Indonesia diharapkan nantinya bisa menjadi pusat busana muslim di dunia. Beuh sangar!

Akhirnya Closing Ceremony yang saya ikuti kali ini berakhir dengan diumumkannya Jawa Tengah sebagai Juara Umum LKS SMK 2019 di Yogyakarta. Tentunya dengan predikat juara umum jangan langsung jadi jumawa ya~ karena bisa saja tahun depan piala juara umumnya berpindah ke provinsi lainnya, hehehe. Informasi perlombaan ini dan perlombaan siswa lainnya nanti bisa dilihat dari medsos Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah di twitter @dikdasmen_dikbud dan Instagram @Dikdasmen_kemdikbud ya!

Oh iya, jangan lupa. SMK Bisa! SMK Hebat!

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!