Perjalanan Akbarjourney.com kini sudah tiba di negeri seribu rumah gadang, alias Sumatera Barat. Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam 45 menit, akhirnya pesawat yang saya tumpangi sudah mendarat dengan mulus di landasan Bandara Internasional Minangkabau. Belum beberapa jam sampai di bandara, saya mendapatkan sebuah berita buruk.

“Kakak lagi ga ada di rumah (Padang), apa mau langsung ke kampung saja?”

Waduh, perjalanan dari Padang hingga Payakumbuh sendiri memakan waktu sekitar 4 jam, hingga 5 jam perjalanan dengan kondisi curah hujan yang tinggi. Padahal keesokan harinya sudah ada acara yang harus dihadiri, dan tidak mungkin berangkat dari Payakumbuh karena badan sudah terlanjur lelah.

Pemandangan Bandara Internasional Minangkabau dari Stasiun Kereta BIM. (foto : Akbarmuhibar)

Akhirnya pilihan menginap menjadi satu-satunya jalan keluar supaya agenda kegiatan tetap lancar. Alhamdulillah tidak menunggu waktu lama, saya diberi kesempatan menginap di sebuah rumah kawan lama yang ada di kawasan Kota Padang. Untuk mencapainya? Pilihan yang paling bagus adalah menaiki kereta Minangkabau Ekspres!

Menjadi kereta api yang terintegrasi dengan layanan penumpang, Minangkabau Ekspress merupakan kereta bandara ke tiga di Indonesia. Setelah sebelumnya sudah ada kereta bandara di Bandara Internasional Kuala Namu di Sumatera Utara, dan kereta Bandara Internasional Soekarno Hatta di Jakarta.

Setelah diresmikan penggunaannya oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada bulan Mei 2018, kereta Minangkabau Ekspress kini melayani rute Bandara Internasional Minangkabau menuju Kota Padang. Kereta 4 gerbong yang diproduksi oleh PT. Industri Kereta Api (INKA) ini sendiri, akan mengunjungi beberapa stasiun lainnya seperti Stasiun Tabing dan Stasiun Duku.

Jembatan pengubung antara Bandara Internasional Minangkabau dengan Stasiun Kereta BIM yang ciamik, betah rasanya berdiam diri lama-lama di sini karena pemandangannya juga menarik. (Foto : Akbarmuhibar)

Ternyata untuk menggunakan layanan kereta api di Bandara Internasional Minangkabau ini tergolong mudah, karena sudah disediakan akses berupa trotoar menuju kawasan Stasiun BIM. Nantinya para penumpang bisa berjalan dari pintu keluar bandara, lalu berjalan ke sebelah kiri hingga menemukan trotoar yang landai.

Namun sayang, karena trotoar ini tidak memiliki atap yang tertutup, akhirnya banyak air yang memasuki area jalan. Selain itu pemilihan keramik yang tampak licin, membuat para pejalan harus ekstra hati-hati jika tidak ingin terpeleset nantinya.

Inilah kereta api Minangkabau Ekspress yang diproduksi dari PT. INKA. Dengan warna hijau yang menyejukkan, rangkaian kereta ini akan membawa para penumpangnya ke tujuan akhir, Stasiun Padang. (Foto : Akbarmuhibar)

Cukup berjalan selama 8 menit saja ke Stasiun Bandara, para penumpang disambut dengan tempat pembelian tiket untuk Kereta Minangkabau Ekspress. Tidak hanya itu, penumpang juga diberikan jadwal keberangkatan kereta sehingga bisa menyesuaikan jadwal penerbangan serta jadwal kereta bila ingin menaiki Minangkabau Ekspres di lain waktu.

Masuk ke peron bandara, penumpang akan langsung menemui kereta Minangkabau Ekspres karena kereta ini menjadi satu-satunya layanan yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau.

Jadwal keberangkatan Minangkabau Ekspres yang diberikan ketika kita membeli tiket di Stasiun Kereta BIM. (foto : Akbarmuhibar)

Harga tiketnya? Ternyata super murah!

Berbeda dari Kereta Bandara Internasional Kualanamu yang dibanderol Rp. 100 ribu, dan Kereta Bandara Internasional Soekarno Hatta yang dibanderol Rp. 70 ribu, Anda bisa menaiki Minangkabau Ekspres dengan tiket Rp. 10 ribu saja. Sekitar 10 persen saja dari tiket kereta bandara lainnya.

Lalu apakah layanannya akan berbeda? Rasa penasaran saya belum bisa terjawab karena pintu kereta masih ditutup pukul 14.00, sedang keberangkatan selanjutnya terjadi pada pukul 14..45. Akhirnya saya memutuskan untuk shalat dulu di mushala stasiun yang cukup luas.

Hanya beristirahat sebentar saja, saya dikejutkan dengan pengumuman bahwa sepuluh menit lagi kereta akan berangkat. Pegumuman ini juga unik, karena selain menggunakan Bahasa Indonesia dan Inggris, stasiun ini juga menggunakan Bahasa Minang standard.

Pintu kereta Minangkabau Ekspres akhirnya dibuka dan terlihatlah barisan kursi nyaman berwarna hijau dengan formasi 2-2 dan saling berhadapan. Di dalam kereta ini juga tersedia sumber listrik seperti kereta yang ada di Pulau Jawa.

Saatnya menaiki kereta Minangkabau Eskpres! Interiornya tampak nyaman dengan formasi kursi 2-2 saling berhadapan. Tidak hanya itu, kereta ini juga dilengkapi oleh layar yang menayangkan mengenai prosedur keamanan di kereta api. (foto : Akbarmuhibar)

Saatnya melandaskan pantat yang sudah sedikit kelelahan tadi menunggu, menuju kursi empuk di kereta ini. Jangan salah, sangking nyamannya kursi ini bisa membuat saya tidur selama perjalanan. Namun demi menikmati pemandangan melalui jendela lebar, saya tetap terjaga sambil menghidupkan kereta.

Nantinya Minangkabau Ekspres akan berhenti di beberapa stasiun, yang pertama adalah Stasiun Duku, dilanjutkan ke Stasiun Tabing, baru berhenti di stasiun akhir, Stasiun Padang. Perjalanan yang disediakan sendiri ada 5 kali pergi pulang dengan selang waktu sekitar 2 jam.

Stasiun Tabing, persinggahan kedua dari Minangkabau Eskpres sebelum tiba di stasiun akhir, Stasiun Padang.

Sensasi kenyamanan di Minangkabau Eskpres mungkin bisa disamakan dengan kereta kencana. Belum banyaknya orang yang menikmati fasilitas ini, membuat kereta masih kosong. Terasa seperti kereta pribadi saja.

Setelah menikmati perjalanan selama 50 menit, akhirnya pertemuan saya dengan Minangkabau Ekspres berakhir kali ini di Stasiun Padang. Kereta berhenti dengan mulus, dan penantian berikutnya telah dimulai, yaitu menunggu dijemput oleh teman ke kosannya.

Ternyata, sebelum keluar, saya dihampiri oleh Masinis kereta Minangkabau Ekspres. Tidak dinanya, Masinis Minangkabau Ekspres adalah kakak kelas saya sendiri ketika di SMA. Kak

Inilah Kak Fauziah, kakak kelas saya di SMA yang ternyata adalah masinis Minangkabau Ekspres. Selamat bertugas kak! (foto : Akbarjourney)

Setelah menyapa dan bercerita panjang lebar, akhirnya saya pamit undur diri untuk menunggu di luar stasiun. Ternyata perjalanan kali ini menyimpan kejutan yang tak terduga. Apa lagi ya kejutannya?

Sampai jumpa Stasiun Padang! Saatnya perjalanan di Sumatera Barat dimulai ! (Foto : Akbarmuhibar)

Jangan lupa untuk melihat vlog akbarjourney.com di Youtube Akbarjourney. Subscribenya ya kakak 😀

2 Replies to “Minangkabau Eskpres, Kereta Bandara Rasa Kereta Kencana”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!