“Akbar, Senin kita pergi ke pabrik ya!”

Pabrik? Bayanganku langsung melayang ke pemandangan yang sumpek, padat, kotor, dan penuh dengan hal-hal yang membuat kita tidak nyaman. Tapi ajakan ini tidak serta merta ditolak, karena kali ini saya mengunjungi salah satu pabrik yang dekat sekali dengan kosan di Yogyakarta. Selain itu, pabrik yang ternyata sering saya lewati ketika berdinas di kawasan Klaten ini, sudah menarik perhatian mata saya sejak setahun yang dulu.

“Oke, aku ikut!”

Kunjungan ke Parbik Sarihusada Prambanan, salah satu unit usaha Danone Specialized Nutrition di Indonesia. (foto: Akbarjourney)

Akhirnya dengan tekad yang bulat, saya memutuskan ikut rombongan Danone Open Doors yang diadakan pada 28 Oktober 2019 bersama teman-teman blogger lainnya. Kali ini kita berangkat menuju pabrik Sarihusada  yang ada di Prambanan, Jawa Tengah. Setelah berkumpul di titik penjemputan, seluruh peserta berangkat  pada pukul 07.30 pagi.

Kenapa sih kita di ajak berkunjung ke pabrik Sarihusada? Ternyata, kegiatan ini dilakukan untuk merayakan 100 tahun Danone, lho! Tidak hanya di Indonesia saja, Danone Open Doors juga dilaksanakan di 120 negara di dunia. Kita diajak ke sini supaya ngintip bagaimana proses pembuatan produk Danone dari fasilitas produksinya, terutama untuk produk Specialized Nutrition.

Apa itu Specialized Nutrition? Jadi, produk ini mengutamakan pengolahan nutrisi untuk menjadi pendukung awal kehidupan atau early life nutrition. Selain itu, nutrisi medis khusus atau medical nutrition juga termasuk dalam produk kategori ini. Untuk itu butuh penanganan khusus dalam produksinya, salah satunya dengan hadirnya Sarihusada di Prambanan sebagai salah satu pabrik atau fasilitas produksi Specialized Nutrition yang terbesar di Asia Pasifik.

Hijaunya keadaan fasilitas produksi Sarihusada di Prambanan. (Foto: Akbarjourney)

Tidak hanya unit pengolahan bahan dan pengemasan produk saja, fasilitas produksi ini juga punya pusat laboratorium yang dimanfaatkan untuk meneliti serta menguji hasil produksi pabrik Prambanan. Jadi jangan heran, seluruh produk yang dihasilkan harus mememuhi berbagai standard medis pemerintah dan standard yang ditetapkan Danone. Nah, kita diajak untuk melihat rangkaian besar dalam alur produksi di fasilitas ini.

Setelah menghabiskan sekitar 45 menit, tampak logo Sari Husada yang dikelilingi persawahan asri di sekelilignya. Sayang saat mengambil gambar, suasana tersebut tidak tertangkap di kamera. Tapi ketika sampai di gerbang, kesan pabrik besar yang padat dan tidak nyaman langsung sirna. Kami disambut dengan jajaran pohon asri, dan suasana pabrik yang ternyata sangat tertata rapi. Mata saya dimanjakan dengan rumput yang hijau, bak hamparan permadani yang mengelilingi sekitaran pabrik.

Pak Delta Deritawan menceritakan nilai-nilai yang diterapkan pada fasilitas produksi ini. (Foto: Akbarjourney)

“Dua pertiga dari seluruh luar pabrik kami dedikasikan untuk tanaman hijau. Sedangkan sisanya area pabrik,” ujar Delta Deritawan, Manufacturing Director Danone Specialized Nutrition Indonesia.

Pak Delta juga bercerita, pabrik spesial di desain seperti itu untuk menjaga kualitas aspek kesehatan, serta lingkungan. Karena secara tidak sadar, nilai-nilai yang dipegang oleh para karyawan di pabrik juga akan berdampak dengan produk yang mereka hasilkan. Kalau produknya untuk nutrisi awal kehidupan, tentu para karyawan juga harus berhati-hati layaknya merawat anak sedari lahir. Begitupun juga ketika membuat produk nutrisi medis khusus, karyawan juga harus peka bahwa produk yang mereka hasilkan untuk membantu orang banyak di luar sana.

“Di pabrik in kami memiliki misi 1000 Dreams, yang menunjukkan komitmen kami sebagai satu tim yang solid dan terpercaya dalam mengembangakn produk dengan kualitas tinggi serta menerapkan prinsip zero accident, zero defect, dan zero waste,” ungkap Pak Delta.

Akhirnya kita diajak lah keliling-keliling fasilitas produksi, setelah menonton video safety briefing, serta mengenakan alat pelindung diri yang disediakan. Hal ini sebagai standar keamanan bagi para tamu, karena akan memasuki low care area, yaitu lokasi pegemasan dan penyimpanan produk. Sebelum masuk pabrik, kita dizinkan dulu foto-foto sambil menikmati hijaunya kawasan sekeliling fasilitas produksi.

Ruang klinik yang disediakan untuk menjaga kesehatan para karyawan. (Foto: Akbarjourney)

Tempat pertama yang kita kunjungi adalah klinik yang disediakan untuk menjaga kesehatan para karyawan. Di tempat ini ada berbagai fasilitas yang disiapkan, mulai dari ruang perawatan, ruang menyusui, hingga ruang pijat. Bahkan untuk menjaga kesehatan, juga disediakan ruang olahraga untuk para karyawan. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kerja karyawan supaya prinsip zero accident dan zero defecet tetap terjaga.

Gerakan nampan bersih sebagai wujud zero waste di kantin ini. (Foto: Akbarjourney)

Beralih ke tempat kedua, kita mampir ke kantin. Nah, tempat ini menyediakan hingga seribu porsi setiap harinya, dengan menerapkan prinsip zero waste. Jadi para karyawan harus menentukan seberapa banyak porsi yang dimakan, karena seluruh nampan harus bersih ketika dikembalikan ke tempatnya. Nah, gerakan nampan bersih ini ternyata sangat membantu mengurangi sisa makanan, serta melatih menghargai setiap hal yang kita santap.

Kantin yang memenuhi kebutuhan gizi untuk lebih dari seribu karyawan. (Foto: Akbarjourney)

Setelah melewati kantin, kita masuk ke acara utama! Melihat proses pengepakan produk Sarihusada dari bentuk bubuk hingga kardus yang siap dimasukkan tempat penyimpanan.

Lha kok dari bentuk bubuk? Eits, ini penjelasannya.

Jadi, fasilitas produksi di Prambanan ini memiliki tiga fungsi utama, yaitu pembuatan base product, mixing, dan packaging. Base product sendiri diproduksi langsung bekerjasama dengan berbagai peternak dari berbagai daerah di Jawa, dengan komponen utamanya susu murni. Akhirnya susu ini melewati serangkaian proses, mulai dari pengujian bahan, proses pasteurisasi, hingga pengeringan sehingga menjadi bubuk susu.

Lokasi utama produksi pabrik Prambanan. (Foto: Akbarjourney)

Mixing sendiri merupakan proses kedua di fasilitas produksi ini, yaitu kegiatan pencampuran bahan-bahan sesuai dengan produk yang diinginkan. Mulai dari bubuk susu, hingga berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk early life nutrition atau medical nutrition. Nantinya proses mixing sendiri dilakukan dengan kehati-hatian tinggi, supaya produk tidak terkontaminasi zat yang tidak diinginkan.

Setelah bahan-bahan siap, barulah bubuk susu yang sudah melewati proses mixing akan dikemas dengan mesin packaging. Fasilitas produksi Prambanan sendiri memiliki 9 jalur yang didedikasikan untuk berbagai produk berbeda, sesuai dengan permintaan pasar. Nantinya, bubuk susu akan dikemas dalam kemasan alumunium khusus dengan kecepatan 90 kemasan per menit.

Lokasi pergudangan hasil produksi, sebelum disebarkan ke berbagai distributor di seluruh Indonesia. (Foto: Akbarjourney)

Selesai dikemas dengan alumunium, bubuk susu akan otomatis ditimbang untuk menjaga beratnya standard. Kemudian masuk ke dalam kemasan box, dan akhirnya dikumpulkan untuk masuk kedalam kardus. Seluruh proses ini dikerjakan secara otomatis, dan peran karyawan hanya memasukkan bagian kemasannya saja di bagian input mesin, serta menghitung kecepatan agar produksi bisa berjalan tanpa hambatan.

Nantinya setiap 30 menit, produk yang sedang melewati proses produksi akan diperiksa dan dibawa ke pusat laboratorium untuk diuji apakah sesuai dengan standar atau tidak. Dalam laboratorium di Pusat Riset Inovasi Nutrisi SGM ini, ada 3 pengujian yang akan dilakukan oleh para peneliti yaitu sensori, mikrobiologi, dan kimiawi.

Pusat Riset Inovasi Nutrisi SGM, tempat seluruh produk diuji di laboratorium pusat. (Foto: Akbarjourney)

Pengujian secara sensori, atau secara icip-icip, tidak bisa dilakuakan sembarangan orang. Hanya orang-orang yang sudah melewati serangkaian tes saja yang diperbolehkan untuk menyicipi hasil produksi ini. Tesnya? Para calon penguji akan diminta untuk mampu mengenai 5 rasa dasar, lalu kadar persentasi masing-masing rasa dalam produk, serta mengetahui keseimbangan rasa untuk menjaga konsistensi produk yang dihasilkan.

“Ngga semua orang bisa membedakan rasa pahit dan rasa tawar, dan lidah itu sudah gifted jadi tidak bisa diubah. Sehingga orang yang gagal tes memang tidak bisa menjadi penguji sensori,” ujar Mas Syaiful, Kepala Unit Kimiawi Laboratorium SGM.

Produk juga melewati pengujian mikrobiologi dan kimiawi, dengan pengujian dengan standard pemerintah dan standard dari Danone. Dua uji ini dilakukan untuk memastikan kadar nutrisi sesuai dengan produk yang dihasilkan, selain itu memastikan tidak ada kesalahan proporsi gizi di dalamnya. Barulah setelah pemeriksaan selesai, produk bisa di lepas ke pasaran sesuai dengan perencanaan.

“Sampai hari ini, kita sudah melewati 8 tahun 1 bulan, atau 2924 hari tanpa kecelakaan kerja. Target kita nantinya bisa sampai ke angka 3000 hari,” ujar Pak Delta.

Pemanfaatan limbah sebagai pupuk yang menghijaukan daerah di sekeliling pabrik. (Foto: Akbarjourney)

Tentunya selain keamanan kerja, fasilitas produksi ini juga menggunakan hasil pengelolaan limbah dengan metode reuse effluent untuk menyuburkan area taman hijau pabrik. Selain itu penggunaan Compressed Natural Gas juga mereduksi gas karbon, sehingga Pabrik Sarihusada Klaten mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam kategori Hijau.

Akhirnya setelah mengintip fasilitas produksi ini, saya mencapatkan beberapa pengalaman baru. Mulai dari niat tulus dalam pekerjaan akan menghasilkan produk yang akan menolong banyak orang, dan bagaimana menjaga diri sendiri juga secara tidak sadar membantu karyawan lainnya supaya lebih produktif. Satu lagi, tentang nampan bersih yang memberi cara pandang baru dalam menikmati makanan.

Nilai-nilai yang dianut ini sangat selaras dengan tujuan Danone dengan visinya “One Planet One Health” yang menyakini kesehatan manusia dan kesehatan bumi saling terkait. Sehingga setiap kali kita makand an minum, kita ikut menentukan dunia yang ingin kita tinggali. Sehingga cara makan dan makanan yang baik, juga akan membantu menjadikan dunia jadi lebih baik.

Selamat ulang tahun Danone yang ke 100!

Ngintip proses produksi di Danone Open Doors. Selamat ulang tahun ke 100 Danone! (foto: akbarjourney)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!