Sebagai pelanggan yang menggunakan pesawat terbang, menikmati keberangkatan dari Bandara Halim Perdana Kusuma baru bisa dihitung jari. Pertama kali ke bandara ini adalah saat pulang kampung dari tanah Sumatera menuju ke Ibukota Metropolitan. Kali kedua adalah saat mendapatkan tiket murah menuju Yogyakarta, untuk segera membantu sahabat saya menyelesaikan pekerjaannya. Namun sensasi kali kedua ini sangat spesial.

Terbiasa terbang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, membuat saya kadang garuk-garuk kepala. Betapa tidak, semua persiapan dari rumah menuju bandara itu saja bisa memakan waktu hingga 3 jam lamanya. Jangan tanyakan berapa lama kemacetan yang harus ditempuh untuk mencapai bandara tersibuk di kawasan Asia Tenggara ini. Bahkan karena keadaan yang tidak tertebak, ketinggalan pesawat pernah dialami ketika menuju Yogyakarta dengan hal klise. Kemacetan.

β€œMaaf mas, pesawat sudah boarding,” ujar mba-mba penjaga meja check-in.

Padahal untuk penerbangan itu sendiri, saya sudah bela-belain berangkat lebih awal namun tetap saja Jakarta menunjukkan keganasannya.

Tapi itu dulu, kesempatan untuk mendapatkan penerbangan yang lebih murah ternyata datang. Dikarenakan saya sedang cekak, alias tidak ada uang yang cukup berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, akhirnya tiket penerbangan murah dari Bandara Halim Perdana Kusuma menjadi solusi cerdas. Setelah membeli tiket saya mulai bingung, bagaimana mencapai bandara ini.

Serba Gampang ke Bandara Halim Perdana Kusuma (foto : Akbar)

Setelah diperiksa, ada jadwal bus Damri yang berangkat setiap satu jam sekali, tentu hal ini menjadi pilihan pertama. Namun terminal bus Damri ini cukup jauh dari rumah, sekitar 15 km sendiri atau 15 menit perjalanan. Walhasil cara kedua akhirnya muncul, menggunakan ojek online dari kawasan Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang menjadi lokasi transit setiap kendaraan dari selatan Jakarta.

Bismillah, akhirnya saya memilih berangkat menggunakan bus Mayasari Bakti jurusan Cibinong-Grogol yang ongkosnya Rp 17 ribu. Bus yang lengang menjadi tempat sempurna untuk beristirahat, ditambah lagi jalan tol yang agak lengang karena saya berangkat menggunakan pesawat sore. Ternyata tidak sampai 30 menit, saya sudah sampai di kawasan UKI dan menunggu ojek online untuk menuju Bandara Halim Perdana Kusuma.

Meski kemacetan masih berlangsung di ruas jalan ibukota, tetap saja motor bisa meliuk indah tanpa hambatan. Bahkan lokasi bandara yang dulu merupakan bandara khusus kepresidenan ini tampak rindang dengan pepohonan, persis komplek rumah mewah. Berbeda dengan pemandangan menuju Bandara Soekarno Hatta yang menyatu dengan tol, kemacetan, dan iklan yang tiada habisnya. Tidak sampai 5 menit, saya sudah sampai di pintu keluar bandara.

β€œMohon maaf mas, motor tidak bisa masuk ke dalam. Kalau mas mau ke gedung bandara, tinggal jalan sedikit,” ujar pengemudi ojek online ketika berhenti di depan gerbang bandara.

Ngga perlu ngantri lagi di check in desk, karena ada check in mandiri di Bandara Halim Perdana Kusuma (foto : akbar)

Mengambil langkah cepat, saya jalan kaki masuk ke dalam bandara dan menemukan sebuah kios mirip ATM di bagian pintu masuk keberangkatan. Ternyata mesin ini adalah Self Check In yang tersedia bagi seluruh maskapai yang berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Ketika dicoba, prosesnya sangat cepat dan mudah, tinggal pilih maskapai penerbangan, masukkan nomor booking, dan tada! Boarding pass sudah ada di tangan tanpa perlu mengantri di depan meja Check In. Luar Biasa!

Ruang tunggu Bandara Halim Perdana Kusuma yang kecil dan nyaman, ada berbagai toko kopi di dalamnya.

Jauh dari kesan semerawut dan kemacetan panjang, bandara yang lokasinya ada di perbatasan DKI Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat ini akan menjadi pilihan saya untuk berangkat ke luar kota mulai saat ini. Selain ongkos berangkatnya hanya Rp 24 ribu (Rp 17 ribu bus ditambah Rp 7 ribu ojek online), jarak waktu ke bandara ini juga jauh lebih cepat, hanya 40 menit perjalanan. Sepertinya saya akan lebih rajin naik pesawat domestik dari sini.

Eh, tetap saja, kalau harga tiketnya lebih murah ya πŸ™‚

Yuk jalan lagi!

32 Replies to “Serba Gampang di Bandara Halim Perdana Kusuma”

  1. Aku nggak pernah ke bandara ini, selalu cari penerbangan dari CGK. Kalau ke Halim ini jauh banget rasanya dari rumah di Tangerang πŸ™

    1. nah faktor jarak juga membuat saya lebih nyaman nih ke sini. Yang penting aman dan selamat kalau berpergian πŸ™‚

    1. iya mba, penumpangnya juga tidak seramai di Soekarno Hatta, jadi bisa bernafas lega kalau sudah sampai ruang tunggu dan cas HP sebelum berangkat. Ciamik lah.

  2. Syukurlah. Saya nggak pernah ke sini karena Soetta lebih deket dari rumah. Prepare buat perjalanan di Jakarta yang nggak bisa di prediksi lalu lintas tiap harinya memang butuh ekstra kesabaran ya. Dan sudah selayaknya memang area public service mempermudah segalanya.

  3. Belum pernah naik pesawat dari halim, lagi pula baru sekali juga menginjakan kaki di bandara itu waktu antar suami saja. Penasaran sampai sekarang πŸ™‚

  4. Aku seumur-umur baru sekali ke Halim, kalau nggak salah waktu masih SD di tahun 90an. Ke situ pun karena lagi ada pameran dirgantara. Jadi kepingin lihat bandara Halim ini deh, pasti udah keren yaa.

  5. Rumahku deket buanget dari Bandara Halim tapi jarang terbang dari sana. Semoga makin banyak penerbangan dari Halim ya, jadi kan ga cape terjebak macet ke Soetta

  6. Bandara halim memang enak lbh dkt sm rumahku, biasanya klo pengen tiket murah,malah harus ke bandara soeta hehe.. Klo di halim biasanya tiket pesawat agak mahal sedikit, tp bandaranya lbh dekat πŸ˜€

  7. Halim lebih dekat rumah tapi harga tiketnya tetap murah Soetta meski udah ditambah biaya bus Damri. Ya tinggal pilah-pilih mana yang sesuai budget.

  8. Pilihan mudik semarang – cibinong atau semarag – garut πŸ™‚ . Sampai halim naik gojek ke pool primajasa, 5-6 jam sampai garut dr semarang πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!