Saktinya DC Shoes X Darbotz Selama 5 Tahun ke 6 Negara

Akbar dan sepatu mungkin tidak pernah akur.

Tercatat dari zaman putih merah, sampai putih abu-abu, ngga ada sepatu yang bisa tahan dipakai sehari-hari. Alasan utamanya adalah: Jebol. Mau itu sepatu yang dibeli dari pasar malam, pasar swalayan, lungsuran orangtua, hingga sepatu dengan brand terkenal yang mahal sebut saja tiga garis miring, ngga ada yang bisa tahan lebih dari 3 bulan. Akhirnya bisa dibilang rak sepatu di rumah bukannya menjadi ajang etalase sepatu, malah menjadi ruang-ruang bagi sepatu yang sudah almarhum. Tentu kalau sudah jebol, reparasi bukan menjadi jawaban yang tepat karena hanya akan memperpanjang penderitaanku dan sang sepatu.

Sampai suatu ketika, si Akbar mendapatkan dua pasang sepatu yang sangat ajib. Katanya sepatu kolaborasi antara brand dunia dan seniman Indonesia ini dijual secara terbatas di dunia, serta laris manis di berbagai belahan negara sampai-sampai kudu restock. Sampe tahun 2021 juga masih ada yang ngiri dan bilang: “Bar, itu sepatu kamu yang bikinan seniman ****** bukan? Mau dooong!” Tentu ada kebanggaan tersendiri pas dilirik, meski itu hanya sepatunya saja bukan orangnya hahaha.

Itulah sepatu yang bakal diceritakan kali ini yang hadir dalam lini koleksi DC Shoes X Darbotz dan dirilis 5 tahun yang lalu alias tahun 2017. Sebuah keberuntungan bisa hadir pada saat peluncurannya, dan akhirnya dapet satu paket lini koleksi ini. Mulai dari tas, jaket, kaos, hingga sepatu melalui cara ajaib: Doorprize dari kartu nama, dan saat itu bisa berdiri sejajar sama Mas Widi dari Maliq & D’Essentials karena beliau juga dapet doorprize serupa, dan ketemu sama Mas Lale juga.

Caption asli ada di dalam gambar, hehehe.

Usut punya usut, waktu itu saya berdoa untuk menang dorprize supaya dapet shortpantsnya yang enak banget. Tapi ya sudahlah, mungkin Tuhan sayang sama si Akbar sehingga mendapatkan seluruh series koleksinya, kecuali shortpantsnya. Ngga jadi deh pergi ke pantai memamerkan shortpants dengan hiasan karya mural dari DARBOTZ, tapi ajaibnya malah ditemani dua sepatu menjelajahi dunia selama 5 tahun terakhir nonstop.

Mungkin ini petuah dari konsep yang diberikan dalam penciptaan karyanya, yaitu “Keep Em Dirty” yang dituliskan secara jelas di sol bagian bawah sepatunya. Tentu dengan senang hati saya akan mengotorinya setiap hari dengan tanah-tanah dari seluruh penjuru dunia. Tanah-tanah yang menjadi saksi perjalanan mencari pengalaman hidup, dan mencari jati diri dari melihat budaya dan kehidupan lain di tanah orang. Selama 5 tahun ini juga ke dua seri sepatu DC Heathrow & DC Trase yang sudah dibubuhi corak semprotan “Cumi-Kong” yang memenuhi setiap bagiannya.

Bisa di bilang, kedua sepatu DC ini memiliki umur terpanjang dibanding sepatu-sepatu saya lainnya, karena saya juga jarang beli sepatu. Alasannya: Belum ada yang bisa mengalahkan kenyamanan sol dari sepatu DC, dan ketahanbantingannya alias endurance-nya menghadapi berbagai medan yang ada. Di bawa ke laut bisa, kota juga bisa, gunung apa lagi. Sampai-sampai saya pernah naik Gunung Prau di Kawasan Dieng, Jawa Tengah menggunakan DC Heathrow, bukan sepatu gunung lho dan alhamdulillah pendakian kali itu sangat lancar.

Selain itu, sepatu ini menawarkan kenyamanan lain, karena saya tidak perlu pakai kaos kaki saat menggunakan sepatunya karena bahannya sangat lembut buat kulit. Sekaligus mengurangi cucian juga toh, karena tidak perlu mengurusi kaos kaki yang baunya ampun, hahahaha. Kecuali kalau mengunjungi negara-negara sub tropis yang perlu perlindungan lebih supaya kakinya tidak kedinginan.

Long story short, inilah beberapa foto yang menjadi bukti perjalanan saya ke berbagai negara menggunakan DC Shoes X Darbotz selama 5 tahun ke 6 negara yang berbeda. Semoga lebih banyak perjalanan lainnya yang bisa dilakukan tahun-tahun berikutnya.

1. Australia

Saat pertama kali sepatu ini didapatkan, saya langsung membawanya ke sebuah benua besar, yaitu Australia. Sepatu ini menjadi sangat nyaman dipakai merintangi seluruh ujian di Negeri Kangguru. Potret ini diambil di Busselton Jetty, WA. (Akbarmuhibar)

2.Indonesia

Menikmati berayun di Pantai Sendiki yang berangin. Pantanya ada di selatan Kabupaten Malang. (Akbarmuhibar)

3. India

Negeri India juga tidak luput dari gerak langkah bersama DC Shoes X Darbotz ini. Lompatan ini terjadi di Hawa Mahal, Jaipur, India. Pokoknya “Keep Em Dirty”. (Akbarmuhibar)

4. Singapura

5. Malaysia

Keempukan sepatu ini makin tidak terbantahkan ketika menjelajahi lautan bersama Dreamcruise ke Pelabuhan Klang, Malaysia. (Akbarmuhibar)

6. Jepang

Akhirnya setelah mengenang seluruh perjalanan yang sudah dilewati bareng bersama dengan sepatu-sepatu ini, saya jadi sadar bahwa tidak hanya kita saja yang berubah, namun benda-benda yang kita gunakan sehari-hari tentu akan berubah. Sehingga perlu yang namanya pembaruan dan melibatkan perasaan rela untuk melepaskan berbagai kenangan yang ada dalam suatu apapun itu. Ikhlas kuncinya.

Terima kasih buat dua pasang sepatu yang sudah menemani dalam berbagai perjalanan hidup yang mengubah diri menjadi lebih baik, postingan ini benar-benar didedikasikan buat sepatu dan semua memori serta kenangan yang ada didalamnya. Selamat introspeksi dan belajar agar tetap maju ya! Terima kasih juga buat DC Shoes X Darbotz yang menjadikan pengalamannya lebih indah.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *