Pernah tau ga, penduduk Indonesia itu seperempatnya itu diisi oleh para remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA? Seperempat lho gengs! Bukan angka yang main-main, itu data BPS tahun 2015 yang berbicara. Pernah kebayang ga, misal yang seperempat penduduk ini kalau tidak dijaga kesehatannya dengan baik, tentu bisa menjadi masalah yang besar bukan? Padahal para remaja nantinya akan memasuki usia produktif dan menjadi tonggak bagi kemajuan bangsa. Tentunya ini menjadi perhatian yang sangat serius, terutama dalam usaha-usaha yang harus dikembangkan supaya remaja dapat melalui waktu hidupnya dengan sehat. Salah satunya adalah program GESID atau Generasi Sehat Indonesia yang dibangun bersama antara Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor dan Danone Indonesia. Meskipun programnya baru diresmikan tanggal 13 Desember 2020, ternyata penelitiannya sudah dilaksanakan jauh-jauh hari dan udah ada buku panduannya. Lalu apa sih program GESID Itu?

GESID dukung remaja jalani hari sehat dan produktif untuk Indonesia Emas 2045. (Danone Indonesia)

GESID sendiri hadir dari berbagai kecemasan banyaknya permasalahan gizi yang dialami oleh para remaja. Mulai dari malnutrisi, anemia, hingga masalah lainnya yang menyakut tentang body image atau citra tubuh yang dimiliki remaja yang bisa merembet pada masalah psikologis. Nah, bila berbagai edukasi gizi dan Kesehatan remaja ini dilaksanakan dengan tepat, maka hal ini bisa membantu remaja menghargai tubuhnya lebih baik dengan menjaga kesehatan. Program ini sendiri hadir dari diskusi antara Danone Indonesia dengan FEMA IPB, dan sudah dirancang sejak tahun 2019 dan mendapatkan banyak masukan dari berbagai pihak, sehingga menghasilkan materi GESID yang dikumpulkan dalam buku panduan. Lalu buku panduan ini buat siapa? Buku ini diberikan pada sekolah-sekolah untuk disebarkan dengan pendekatan peer to peer. Lha apa lagi ini?

Peresmian GESID dan Duta GESID pada 14 Desember 2020. (Danone Indonesia)

Menurut saya ini yang sangat menarik dari program GESID, karena remaja memiliki kedekatan yang kuat dengan teman sebayanya, maka pesan yang diberikan oleh temannya akan lebih mudah diingat dan diterapkan. Tentunya ini akan jauh berbeda dengan yang diberikan oleh para guru. Sehingga dengan Teknik peer to peer, nantinya para guru pembimbing akan menjelaskan langsung bagaimana pola hidup sehat, edukasi gizi, dan kesehatan remaja yang realitanya terjadi pada kehidupan mereka sehari-hari. Pada akhirnya dari duta-duta ini, diharapkan mereka menyebarkan masing-masing informasi tersebut ke teman-temannya, tentu sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Jadi pendidikan karakternya dapet, serta hubungan antar teman bisa jadi lebih erat melalui Duta GESID.

Penjelasan panduan GESID untuk edukasi gizi dan kesehatan bagi remaja yang disusun bersama oleh Fakultas Ekologi Manusia IPB dan Danone Indonesia. (Danone Indonesia)

Terus apa sih yang dikasih tau lewat program GESID dan duta-dutanya? Ada tiga poin penting:

  1. Aku Sehat

Poin pertama ini menjelaskan apa aitu gizi dan permasalahan gizi yang terjadi di remaja, sehingga bisa membantu mengenali apa yang sedang terjadi. Mulai dari pengetahuan tentang Isi Piringku, mengetahui status gizi, serta mengenali ap aitu anemia dan hubungannya dengan Kesehatan remaja putri yang memulai siklus haid mereka. Hubungan-hubungan keadaan remaja dengan gizi, akan dijabarkan melalui poin ini.

  1. Aku Peduli

Remaja deket banget dengan pubertas, sehingga penting buat para remaja mengenali serta merawat kesehtan reproduksi mereka. Selain itu, juga dijelaskan bagaimana cara mereka merawat diri masing-masing, serta peduli dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Tidak hanya itu, poin aku peduli juga menjelaskan konsep 1000 hari pertama kehidupan yang akan memberikan pengetahuan penting tentang perkembangan manusia.

  1. Aku Bertanggung Jawab

Poin terakhir yaitu aku bertanggung jawab, dimana sebagai remaja yang sudah memiliki seluruh kelengkapan tubuh yang sehat disadarkan dengan tanggung jawab sebagai insan yang sehat secara fisik dan mental. Bagaimana para remaja nantinya diharapkan memiliki karakter serta peranan lingkungannya dalam perkembangan diri sendiri serta orang-orang disekitarnya. Bagian ini juga menjelaskan tentang pencegahan pernikahan dini, dan dampak yang terjadi ketika menikah di usia muda.

GESID dukung remaja jalani hari sehat dan produktif untuk Indonesia Emas 2045. (Danone Indonesia)

Nah, dengan tiga poin langkah sederhana di atas, ternyata banyak hal yang bisa diperbaiki lho! Mulai dari malnutrisi, perbaikan gizi para remaja, dan diharapkan angka stunting pada anak-anak yang nanti dilahirkan bisa turun. Kenapa? Karena remaja terkhususnya para putri nantinya diproyeksikan mejadi ibu dan sangat penting bila tubuhnya sehat, sehingga dapat melahirkan anak-anak yang sehat pula. Wah, banyak juga ya manfaatnya! Diharapkan pula program ini disebarluaskan pada SMP-SMA yang tersebar di seluru Indonesia sebagai edukasi gizi dan kesehatan remaja yang dapat diikuti siapa saja. Tentunya ini baru langkah awal yang dilakukan oleh Danone Indonesia dan FEMA IPB untuk Indonesia emas tahun 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!