Waktu liburan, sudah tersedia.

Akomodasi, di kota tujuan, sudah dibayar.

Tiket ke kota tujuan, sudah ditangan.

Tetapi kenapa bapak ibu sekalian jadi galau ya?

Ya karena jalannya sendiri, hahahaha.

Sebagai seorang single kualitas nomor wahid (kok berasa kecap ya) menjalani kegiatan solo traveling bukan hal yang asing lagi. Apalagi ketika tidak ada teman yang bisa diajak pergi untuk menjelajahi tempat baru, baik itu dari waktunya yang tidak pas, ataupun memang uangnya yang tidak ada. Tapi jangan khawatir, solo traveling akan menjadi sangat menyenangkan ketika kita mampu membuat itinerary yang pas.

Lalu sebenarnya apa itu itinerary? Kalau dalam Bahasa Indonesia sendiri, itinerary merupakan daftar perjalanan yang akan kita lakukan selama berada di tujuan wisata. Bentuknya sendiri bisa beragam, mulai dari daftar tempat-tempat yang ingin dikunjungi, atau jadwal lengkap yang harus dilaksanakan di kota tujuan.

Ternyata, yang paling penting itu bukanlah cara menulisnya, melainkan bagaimana cara kita menyusun itinerary supaya semua tempat tujuan bisa dinikmati dengan baik. Selain itu, bagaimana nantinya itinerary dapat membantu kita menjaga kondisi tubuh supaya tidak lelah dalam perjalanan, dan mempermudah perjalanan kita.

Inilah 7 hal yang harus diperhatikan saat menyusun itinerary untuk solo traveling.

Riset terlebih dahulu tempat apa saja yang menarik di lokasi traveling

Biasanya setiap lokasi memiliki tempat wisata yang menarik. Baik itu wisata alam, budaya, maupun wisata kuliner. Tentunya berbagai lokasi ini harus diriset terlebih dahulu sebelum berangkat, supaya tidak kelabakan pas sampai di tempat tujuan.

Oh iya, tempat populer tidak selamanya membosankan lho untuk dikunjungi. Jadi jangan lupa sempatkan diri ke landmark kota tersebut, kalau kata orang-orang sih supaya sah kunjungannya.

Contoh : Pergi ke Yogyakarta, landmarknya ada Tugu Yogya, Keraton Yogya, Pasar Beringharjo.

Tulis tempat apa saja yang ingin dikunjungi

Setelah mengetahui tempat apa saja yang ingin dikunjungi, jangan lupa di tulis dalam selembar kertas. Nantinya daftar ini akan membantu kita membuat jadwal saat solo traveling. Dari daftar ini juga akan ditemukan estimasi waktu berapa lama kita dapat menikmati tempat yang akan dikunjungi.

Biasanya saya menggunakan estimasi waktu 1 jam dan 2 jam pada tempat wisata populer, estimasi waktu 3 jam untuk wisata alam, dan 1 jamu umtuk wisata kuliner. Besaran waktu ini juga dapat diubah sesuai dengan keinginan, serta jangan lupa mencari di internet atau penduduk lokal tentang berapa lama waktu ideal berkunjung ke tempat wisata tersebut.

Contoh : Jadwal malam main di Malioboro

1 jam menikmati Kopi Joss Stasiun Tugu, 1 jam mengelilingi Malioboro, 1 jam menikmati Tugu Jogja, Pulang.

Tentukan waktu kedatangan dan waktu pulang ke tempat asal

Ini adalah bagian yang paling penting untuk membuat itinerary, supaya bisa pulang dan pergi dengan selamat. Tujuannya agar berangkat dan pulang ke tempat tujuan tidak perlu terburu-buru, ataupun ketinggalan kendaraan nantinya.

Bagian pertama yang harus diperiksa adalah tanggal dan waktu keberangkatan dan kepulangan, baik itu menggunakan pesawat terbang, kereta api, bus, maupun kapal laut. Biasanya saya akan memberikan spare 2 jam sebelum keberangkatan, untuk waktu ketibaan saya di terminal/bandara.

Contoh : Jadwal kepulangan ke Jakarta

Keberangkatan pesawat ke Jakarta pukul 20.00 dari Yogyakarta.

Estimasi ketibaan di bandara pukul 18.00.

Estimasi keberangkatan dari tempat penginapan pukul 16.00.

Sisihkan waktu untuk kegiatan administratif

Nah, kadang para solo traveler tidak memasukkan waktu untuk kegiatan administratif dalam itinerary yang mereka buat. Padahal waktu ini sangat penting diluangkan, untuk memastikan seluruh kegiatan administratif berjalan dengan lancar.

Lalu apa saja kegiatan yang termasuk dalam kegiatan administratif? Mulai dari check in hotel, pemeriksaan pasport di bandara, hingga kegiatan lainnya yang berhubungan dengan berkas. Sehingga bila ada keterlambatan dalam penyelesaiannya, hati tidak perlu dagdigdug dan perjalanan dapat dilakukan dengan nyaman.

Contoh : Itinerary di Istanbul

Ketibaan di Bandara Internasional Istanbul pukul 05.00 pagi.

Membeli visa dan pemeriksaan Imigrasi pukul 05.30 pagi.

Pengambilan bagasi dan keluar menuju pusat kota pukul 06.00 pagi.

Buatlah itinerary yang padat, dan menyegarkan

Kalau mau membuat pengalaman perjalanan makin menyenangkan, buatlah itinerary yang padat dan menyenangkan. Artinya jadwal perjalanan, akan membantu menjaga fisik kita tetap sehat, segar, dan selalu memberikan ketertarikan baru di setiap tempat wisata.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari memberikan jeda waktu istirahat untuk makan, atau sekedar duduk-duduk santai. Atau menyusun prioritas traveling sesuai dengan medan yang dilalui, sehinga tubuh tidak terlalu kelelahan menjalani semuanya.

Contoh : Itinerary Jogja Hari Ke-2

Menuju Kebun Buah Mangunan untuk meihat sunrise pukul 04.30.

Sunrise pukul 05.00 (Kondisi tubuh dingin dan mulai kelelahan).

Sarapan di Imogiri pukul 08.00 (Mengembalikan kondisi tubuh).

Berkunjung ke Makam Imogiri pukul 09.00 (Tempat wisata kedua).

Ishoma pukul 12.00 (Mengembalikan kondisi tubuh).

Jangan terlalu bernafsu, atau menjadi flash visitor

Penyakit utama para solo traveler adalah mengutamakan banyak tempat yang dikunjungi, dibanding seberapa dalam pengalaman yang didapatkan dari tempat tersebut. Inilah yang disebut dengan flash visitor. Mereka tinggal datang, masuk, ambil foto 10 buah, pulang.

Padahal tujuan solo traveling lebih dalam dibanding harus mengambil foto, karena dalam setiap tempat ada sebuah cerita yang disimpan. Cerita ini nantinya akan mendorong kita menemukan sesuatu yang baru, sehingga menambah pengalaman kita bukan hanya dari sisi ilmu saja, melainkan kedekatan kita dengan tempat yang dikunjungi.

Untuk menghindari menjadi flash visitor, usahakan itinerary yang kita buat tidak mengandung banyak tempat wisata dalam satu hari. Idealnya menurut saya, satu hari bisa diisi dengan 4 tempat wisata, itupun kalau dalam keadaan prima. Jika sudah memasuki hari ke tiga ataupun empat, tempat wisata yang dikunjungi bisa dikurangi menjadi 3.

Contoh : Jumlah Kunjungan Tempat Wisata di Yogyakarta.
Hari 1 : Pagi (0) Siang (0) Sore (1) Malam (1) – Ketibaan di Yogya
Hari 2 : Pagi (1) Siang (1) Sore (1) Malam (1) – Telusur kota dan alam
Hari 3 : Pagi (0) Siang (1) Sore (2) Malam (0) – Telusur alam dan kota
Hari 4 : Pagi (1) Siang (1) Sore (0) Malam (0) – Keberangkatan ke Jakarta

Tetap waspada dan teliti, setelah itu harus bersabar

Setelah membuat itinerary, tentunya hal yang harus dilakukan adalah memeriksa apakakah semua perjalanan ini dapat kita laksanakan dengan baik. Karena sebagai seorang solo traveler banyak resiko yang harus dihadapi dibanding ikut rombongan. Kita dituntut mampu menjaga diri sendiri sejak keberangkatan hingga kepulangan. Setelah itu bisa diperiksa, apakah waktu yang sudah diperkirakan sudah sesuai dengan berapa lama kita menikmati tempat wisata tersebut. Cocokkan juga waktu di tiket keberangkatan dan kepulangan, agar tidak salah jadwal.

Satu hal yang terpenting lainya adalah untuk tetap sabar dalam setiap perjalanan. Karena meski kita sudah membuat itinerary, tetap saja akan banyak tantangan pada saat melakukannya. Sehingga terjadi keterlambatan, ataupun ketidak sesuaian jadwal pada saat solo traveling.

Kesimpulannya

Seorang pejuang mampu memenangkan peperangan karena mereka telah mengetahui medan. Sama juga dengan seorang solo traveler, mereka akan selamat sampai di tempat tujuan hingga pulang karena mereka sudah mengetahui kemana saja akan berkunjung. Sedikit maksa, tapi ga jauh beda lah.

Dengan melatih diri membuat itinerary, nantinya kita akan  mengenal daerah tersebut lebih baik, dibanding hanya langsung datang tanpa persiapan. Pasti tidak ada yang mau namanya masuk koran, karena disangka pendatang yang tersesat bukan? Hahaha.

7 cara ini bisa langsung dipraktikkan dengan mudah. Jika ada pertanyaan mengenai hal menulis itinerary, bisa langsung memberikan komentar pada bagian bawah artikel ini. Pertanyaan menarik, akan bisa langsung saya bahas di artikel selanjutnya.

Jangan lupa juga klik subscribe pada channel youtube akbarjourney untuk mengetahui perjalanan akbarjourney.com yang selanjutnya. Selamat berlibur!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!