Kenali Kelahiran Caesar dan Dampaknya Pada Imun Anak

Dalam mempersiapkan rumah tangga, bukan hanya persoalan sandang, pangan, papan, serta pendidikan saja yang menjadi hal utama. Karena permasalahan kehamilan dan bagaimana cara kelahirannya juga penting untuk dipersiapkan. Untuk itu, belajar mengenali proses kelahiran sangat dianjurkan agar memiliki keluarga yang sehat, termasuk saya sendiri.

Hal ini saya ketahui saat mengikuti kegiatan “Tes Potensi Caesar dan Intervensi Tepat agar Anak Miliki Daya Tahan Tubuh Kuat” yang diselenggarakan oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia. Kegiatan ini mengenalkan saya terhadap apa itu deteksi dini terhadap kehamilan, kehamilan berisiko tinggi, serta persiapan kelahiran anak. Berbagai materi soal kehamilan ini diberikan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal Dr. dr. Rima Irwinda, SPOG(K). Ternyata tidak hanya masalah kehamilan saja, karena proses kehamilan secara normal maupun caesar sendiri akan mempengaruhi bagaimana cara anak memperoleh ASI, serta mempengaruhi bakteri sinbiotik yang disampaikan Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi dr. Molly D. Oktarina, SpA(K). Kegiatan ini sendiri berlangsung pada 27 Oktober 2021 yang dilakukan secara zoom.

“Tes Potensi Caesar dan Intervensi Tepat agar Anak Miliki Daya Tahan Tubuh Kuat” yang diselenggarakan oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia.

Apa itu kelahiran Caesar

Kelahiran Cesar atau Seksio Sesarea merupakan proses kelahiran bayi yang dilakukan dengan melakukan sayatan di perut Ibu. Sayatannya bisa mengikuti lipatan kulit atau transversal atau sayatan longitudinal.”

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal Dr. dr. Rima Irwinda, SPOG(K)

Menurut data dari World Health Organization, 1 dari 5 orang ibu melahirkan dengan cara Caesar. Hal ini disebabkan beberapa hal, mulai dari disposisi jalur lahir yang tidak memungkinkan bayi dilahirkan melalui vaginal, adanya kehamilan beresiko dengan ibu yang memiliki riwayat hipertensi, adanya infeksi yang terjadi pada ibu yang bisa mengakibatkan bayi terkena inveksi yang serupa, adanya kelahiran multipel seperti anak kembar, serta gagalnya proses induksi persalinan.

Kelahiran Caesar juga makin diminati karena bisa dilakukan dengan keinginan sendiri, mulai dari mencocokkan tanggal kelahiran, adanya pilihan untuk dilahirkan terlebih dahulu, hingga menghindari rasa sakit saat kelahiran pervaginam. Tentunya kelahiran dengan Caesar tetap memiliki resiko terhadap ibu, karena bekas operasi kerap kali memberikan rasa yang tidak nyaman pada Ibu, hingga komplikasi-komplikasi lainnya setelah operasi yang akan berpengaruh pada kehamilan berikutnya. Kejadian ini bisa terjadi karena adanya sayatan pada perut yang menyebabkan berbagai resiko bisa meningkat.

Lalu apa hubungannya dengan alergi?

Perbedaan jalur lahir akan mempengaruhi paparan bakteri yang dihadapi anak ketika dilahirkan, serta mempengaruhi perkembangan imun.”

Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi dr. Molly D. Oktarina, SpA(K).

Kelahiran bayi melalui metode vaginal akan memperkenalkan anak kepada bakteri probiotik yang ada pada jalur lahir, sehingga membantu menciptakan imunitas pencernaan yang lebih cepat. Sedangkan pada metode kelahiran caesar, keadaan anak yang tidak melewati jalur lahir menyebabkan bakteri probiotik lebih lama dikenali oleh anak.

Kelahiran Caesar juga menyebabkan anak kesulitan untuk mendapatkan inisiasi menyusui dini yang biasanya dilakukan setelah proses kelahiran, karena anak harus dipisahkan terlebih dahulu untuk mempermudah proses kesembuhan ibu. Sehingga hal ini mempengaruhi kandungan asi yang dikonsumsi pada anak pada awal kelahirannya. Selain itu, dibutuhkan asupan makanan yang mengandung sinbiotik atau makanan yang memiliki kandungan probiotik dan prebiotik, sehingga dapat mendukung perkembangan anak.

Lalu apa yang harus dilakukan agar dapat mendeteksi kelahiran secara dini?

Tes Potensi Caesar dari Nutricia Nutriclub

Ada faktor resiko yang bisa mempengaruhi kondisi ibu saat melahirkan. Beberapa penelitian menghasilkan prediksi untuk memudahkan ibu mengetahui apakah bayi siap dilahirkan secara normal atau pervaginam maupun melahirkan secara caesar mulai dari:

  • Kondisi kesehatan ibu saat hamil
  • Kondisi kehamilan
  • Kondisi janin dalam rahim

Sehingga, demi mempermudah proses kelahiran, jangan lupa konsultasikan kehamilan ibu ke dokter kandungan maupun bidan secara rutin untuk mengetahui potensi kelahiran secara normal atau caesar. Selain itu, ibu bisa menggunakan alat Tes Potensi Caesar dari Nutricia Nutriclub, yang menghimpun berbagai hasil penelitian dalam bentuk pertanyaan dan bisa langsung dijawab dengan cara yang mudah.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *