Kriuk! Kriuk!
Sensasi bunyi ini pasti sangat khas, dan membangkitkan selera dikala keripik berhasil dikunyah dengan nikmatnya. Saya yang nulis ini aja langsung membayangkan betapa gurihnya serpihan kerupuk, yang berhasil menerabas masuk membangunkan indra perasa. Pokoknya bikin ngga bosan untuk mengunyah!

Sebagai orang yang punya darah setangah Padang (bukan murni lho), saya memiliki bakat untuk menikmati sajian pedas tanpa masalah. Favorit saya sih ada kerupuk kulit khas Padang yang biasa disebut Karupuak Jangek, ada Karupuak Taleh yang dibuat dari batang talas diiris tipis dengan sambal yang pedas, hingga Karupuak Jariang dengan sensasi jengkol berpadu dengan pedasnya cabe kering. (Bener deh pas nulis ini berasa nelan ludah berkali-kali). Tentunya kerupuk-kerupuk ini berhasil menjadi khas daerah yang dicari-cari setiap saya bertandang ke Ranah Minang.

Sesampainya di Tanah Pasundan, saya kepincut dengan salah satu sajian kerupuk yang ternyata dihasilkan dari makanan khas Sunda yaitu Cimol. Biasa dijajakan di sekitar pusat keramaian, Cimol alias aci di emol  ini terbuat dari tepung kanji yang sudah dibulatkan. Setelah itu, Cimol di goreng sehingga membuat tekstur garing di luar, dan lembut di dalam serta ditambahkan bumbu penyedap atau bumbu keju untuk menambah citarasa.

Moring Makcuy original (foto : @moringmakcuy)

Beuh, nikmat sekali, apalagi kalau dimakan hangat-hangat. (ngiler lagi)

Ternyata, Cimol juga bisa dibuat menjadi kerupuk yang menggugah selera lho! Dan ini sudah saya rasakan sendiri nikmatnya seperti apa. Namanya adalah Moring Makcuy, alias Cimol Kering  yang dibuat sama Mak Cuy. Cimol yang berbentuk kotak, nantinya dikeringkan, dipotong tipis seperti lembaran kerupuk dan akhirnya digoreng menggunakan minyak panas.

Hasilnya, tekstur Cimol yang sebelumnya kering di luar dan lembut di dalam, menjadi tekstur renyah yang gampang dikunyah. Saya sampai tidak percaya kalau Cimol bisa dibuat jadi kerupuk seenak ini! Pilihan bumbunya juga sama seperti yang ada di tempat abang-abang Cimol, yaitu rasa original dan rasa pedas.

Sesampainya di rumah, Moring Makcuy ini ternyata jadi favorit keluarga lho! Terbukti ketika baru saja dibuka, Moring Makcuy langsung bisa dinikmati dengan berbagai cara. Mulai dinikmati langsung, dicampur dengan nasi, hingga jadi teman makan bakso hangat di sore hari. Keren sih emang!

Ngga neko-neko, Moring Makcuy rasanya langsung memanjakan lidah saya deh (foto : akbarmuhibar)

Rasanya? Bagi penikmat Cimol yang gemar rasa aslinya, Moring Makcuy dengan rasa original bisa jadi pilihan pertama. Moring berwarna putih ini ternyata menyimpan rasa gurih yang pas, tidak terlalu asin, ataupun tidak terlalu hambar. Tekstur renyahnya buat rahang tidak kelelahan menikmati sajian ini.

Sedangkan saya yang sangat gemar rasa pedas, memilih Moring Makcuy rasa pedas. Sensasinya? Pedasnya pas, tidak buat lidah langsung terbakar dan bikin ketagihan! Beneran deh. Bahkan satu bungkus Moring Makcuy ini bisa saya habiskan sendirian dalam waktu singkat.

Sebagai penggemar kerupuk dari seluruh penjuru Indonesia, saya memberi nilai 8/10 untuk Moring Makcuy, yeee! (tepuk tangan). Karena berhasil membuat saya menikmati kerupuk dengan sensasi renyah bak Karupuak Jangek, dan pedasnya seperti Karupuak Taleh favorit. Harapannya, Makcuy bisa mengembangkan rasa-rasa Moring lainnya supaya makin banyak pilihan. Barangkali Moring Makcuy bumbu cabe hijau, atau Moring Makcuy barbeque bisa jadi ide lainnya, hahahaha.

Kalau mau pesan Moring Makcuy, langsung follow akun @moringmakcuy di Instagram ya! (Foto : moringmakcuy)

Oh iya, bagi pembaca yang sudah penasaran bagaimana sensasi Moring Makcuy ini, bisa langsung follow Instagram mereka di @moringmakcuy untuk informasi pemesanannya. Jangan khawatir, sajian ini bisa langsung dikirim ke seluruh penjuru Indonesia kok. Karena kerupuk ini kering dan bsia bertahan lama.

Mau tau lagi berbagai kuliner yang ada di Indonesia, jangan lupa juga baca akbarjourney.com ya, hahaha. Karena kita akan selalu berkeliling dunia dan berbagi cerita.

Selamat menikmati!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!