14329237352138683176

New Zaeland-nya Ranah Minang, Padang Mangateh (Koleksi Pribadi)

Jadi alhamdulillah pada januari 2015 saya berkesempatan mengunjungi ranah minang kembali, tepatnya kota saya Payakumbuh tercinta. Meskipun lahir memang di ibukota Jakarta, tetep aja KaTePe orang minang. Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya berhasrat berat ingin hunting foto di kota Payakumbuh. Jadi saya sebagai kemenakan yang baik bertanyalah kepada om saya mengenai tempat apa yang asyik untuk dijadikan lokasi foto eksotis yang tidak ada di tempat lainnya.

Dengan lugas, om saya yang bernama Sudirman ini menjawab, bahwa ada salah satu spot di dekat kota payakumbuh yang bisa dijadikan salah satu tempat hunting yang bagus. Namanya adalah Padang Mangateh. Sebelum berangkat, saya ditunjukkan terlebih dahulu rute ke sana. Dari kediaman om saya di daerah pasar Ibuh Payakumbuh, terus lurus ke arah Andaleh 50 Kota, langsung belok kanan ke arah Padang Mangateh.

Sip, pinjem motor om ya šŸ˜€

Akhirnya dengan motor matic punya om, saya dan papa (yang waktu itu menemani) mulai berjalan sekitar kira-kira 8 KM menuju lokasi yang dituju. Mulai dari jalan yang landai hingga mendaki menuju lokasi dengan kemiringan kira-kira 30 derajat, membuat motor matic agak tersendat, karena alhamdulillah saya dan papa memang punya ukuran badan yang alhamdulillah juga.

Setelah si matic bertahan hingga jalan masuk menuju Padang Mangateh, terlihatlah sebuah gerbang yang bertuliskan “Kementerian Pertanian – Peternakan Sapi Nasional Padang Mengatas”. Kamipun berhenti tepat di depan pos satpam yang ada di dekat gerbang. Setelah mencatatkan nama dan meminta izin kepada sang penjaga gerbang, akhirnya gerbang dibuka dan perjalanan mendaki masih jauh ke atas.

1432925306873052694

Sapi di Pusat Pembibitan Sapi Potong Unggulan Padang Mangateh (Koleksi Pribadi)

Akhirnya tibalah kami di sebuah area perkantoran dengan banyak kompleks gedung didalamnya. Ternyata nama lengkap tempat ini adalah “Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas” atau biasa disingkat BPTUHPT Padang Mengatas. Saya sendiri sebenarnya agak geli dengan kata Mengatas (Mangateh yang di Bahasa Indonesiakan) tapi karena Orde Baru semua berubah, jadi di tulisan ini, saya akan menggunakan “mangateh” saja, oke!

1432924976157141908

Sapi-sapi Imut penghuni Peternakan Padang Mangateh (Koleksi Pribadi)

Di komplek peternakan ini terdapat pusat pelatihan dan pengembangan peternakan bagi seluruh peternak di Indonesia. Ternyata peternakan ini didirikan pada zaman presiden Soeharto dan menjadi salah satu pembibitan sapi potong yang terbesar di Indonesia. Kalau tidak salah ada sekitar 280 Hektar yang digunakan untuk pengembangan sapi potong dan pengembangan pakan sapi yang warnanya sangat hijaaaaauu sekali. Mungkin kalau liat aslinya mirip persis dengan gambar wallpaper desktop windows yang ijo royo-royo. Bagi saya penggemar warna hijau, tempat ini adalah surga!

14329254121057823572

Ijo royo-royo di Peternakan Padang Mangateh (koleksi Pribadi)

Keindahan Peternakan Padang Mangateh ini tidak lengkap kalau kita tidak berjalan ke puncak! Ya, puncak. Terletak di kaki Gunung Sago yang eksotis membuat Peternakan Padang Mangateh ini menyimpan berbagai pemandangan spektakuler yang tidak bisa anda lihat pada hari biasa! Beruntunglah bila anda tiba pada hari yang cerah, seperti waktu saya datang saat itu. Jika tidak, kabut akan menutupi pemandangan indah yang hanya terlihat disini.

Penanjakan yang cukup panjang bisa menguras tenaga bila jalannya terburu buru, kalau mau, sambil jalan kaki, lihat kanan kiri, marilah syukuri, pemandangan indah ini. Hihihi. Soalnya kalau sudah siang hari, panasnya bukan main meskipun angin dingin terus menyapa. Kalau kata orang Minang sih “kalek dek paneh balangkang” (item gara-gara panas banget, hahaha).

Oh iya jangan lupa memakai jaket dan bawa cemilan dan air minum yang cukup karena di atas akan ada sebuah pondok peristirahatan para pegawai peternakan. Pada titik tersebut kita diizinkan untuk foto dan menikmati keindahan yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa.

1432925746514523593

Ini medan pendakian yang akan ditempuh. Eksotis di kaki Gunung Sago! (koleksi pribadi)

Setelah saya dan papa puas mendaki santai sekitar 30 menit ke ujung jalan pendakian, kami berdua beristirahat di pondok sambil ngemil tapai (tape singkong) yang sudah kami beli sebelumnya di pasar Ibuh Payakumbuh. Ketika melihat sekeliling, Subhanallah, tidak berhentinya kami bersyukur atas keindahan yang Allah berikan di dunia ini.

Dari pondok, kami melihat semua sisi Kota Payakumbuh dan sebagian wilayah Kabupaten 50 Kota. Semuanya tampak kecil, bahkan bukit-bukit yang biasanya saya lihat sangat besar, disini hanya sebesar jempol saja. Subhanallah… Benar-benar eksotis dan tempat melihat pemandangan kota yang terbaik yang saya datangi.

14329264521003619126

Pemandangan yang eksotis dari pondok istirahat di ujung jalan pendakian (koleksi pribadi)

 

Puas melihat pemandangan, saya dan papa kembali turun menuju tempat parkir motor di kompleks perkantoran di bagian bawah. Ternyata ketika weekend, tempat ini ramai didatangi oleh anak-anak muda yang ingin melihat pemandangan baik secara pribadi maupun berkelompok. Namun jarang dari mereka yang mendaki hingga pondok yang kami singgahi, karena selain cukup jauh bila ditempuh jalan kaki, keberadaan tempat yang memang tidak diperuntukkan untuk berwisata ini memang tidak menyediakan tempat untuk berlindung, jadi bersiaplah merasakan “paneh balangkang” yang saya bilang tadi, hihihi.

Bagi yang senang berpetualangĀ  yuk jalan-jalan ke Payakumbuh, lihat pemandangan eksotis nan segaaar di Peternakan Padang Mangateh!

Yuk sisihkan waktu untuk berkeliling di negeri sendiri, karena makin tahu, makin kenal jadinya makin cinta dengan wisata dalam negeri!

Salam Pelancong!

Tulisan ini sudah di sunting kembali setelah sebelumnya terbit di akun Kompasiana pada 30 Mei 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!