Kalau dikasih SEO (alias Search Engine Optimization) pasti pertanyaan “Gimana caranya bisa jalan-jalan ke luar negeri?” ini ada di urutan pertama para website traveling. Bukan hanya di Indonesia saja, melainkan di seluruh dunia. Meningkatnya keinginan generasi milenial untuk menjelajahi dunia berkat informasi yang lebih mudah, menjadi sebuah katalis yang penting untuk menanyakan hal ini. Bagaimana caranya bisa jalan-jalan ke luar negeri ya bar?

Padahal saya sendiri belum terlalu banyak ke luar negeri dibanding para pengusaha ekspor impor, para diplomat, ataupun para artis manca negara. Tetap diatas langit ada langit lagi. Namun pertanyaan ini kerap ditanyakan ketika saya sedang berpergian ke luar negeri. Untungnya pula, jawaban untuk pertanyaan ini sangatlah banyak. Supaya ngga bosen baca paragraf awal dari tulisan ini, Mie Kamehame dengan 80 cabe dari Yogyakarta mungkin bisa menyegarkan pikiran dan lidah para pembaca.

Okay, kita mulai dulu dari jalan-jalan ke luar negerinya.

Good news is, ngga semua jalan-jalan ke luar negeri itu murni buat wisata aja. Ada kalanya saya jalan-jalan untuk alasan pekerjaan, dan kompetisi, yang membutuhkan persiapan berbulan-bulan sampai akhirnya bisa berangkat ke luar negeri sampai di Indonesia bawa hasil juara. Jadi jangan disangka, langsung turun pesawat bisa cekrek-cekrek manja, upload di IG sampai akhirnya dilove dan dicomment sama follwer kita. Yuk kita bahas lebih lanjut.

Pekerjaan

Kalau jalan-jalan karena kerjaan gimana caranya ya? (Foto : Akbarmuhibar, Perth 2017)

Nah, jalan-jalan ke luar negeri berkat kerjaan menjadi salah satu bonus ketika kebosanan melanda di kantor. Apalagi yang kerjaannya terpaku depan komputer sampai-sampai pantat keram juga ga berasa lagi sangking kerjaannya yang sudah menumpuk. Adakalanya pekerjaan mewajibkan kita pergi ke luar negeri dengan alasan training, visit project yang ada di negara orang, studi banding, dan berbagai alasan lainnya.

Jika mendapatkan kesempatan seperti ini, ada plus dan minusnya juga. Alhamdulillahnya, semua biaya akan ditanggung oleh kantor, namun Astaghfirullahnya adalah ngga ada waktu jalan-jalan yang lebih banyak sesuka hati. Ingat, semua pekerjaan harus ada report dan hasilnya kan? Jangan sampai udah dibawa ke luar negeri malah tugasnya ga kelar-kelar. Ampuuun.

Jalan-jalan ke luar negeri karena pekerjaan – Biaya Rp 0, tempat wisata = tempat kerja, pulang-pulang kerjaan harus kelar.

Kompetisi

Mau traveling ke luar negeri pake cara kompetisi? Ini caranya. (Foto : Akbarmuhibar, Prague 2015)

Cara kedua yang bisa dilakukan untuk ke luar negeri adalah mengikuti kompetisi yang di adakan di luar republik ini. Karena namanya kompetisi, tentu persiapannya sudah dilakukan dari jauh-jauh hari. Bahkan untuk kompetisi tertentu, persiapannya memakan waktu hingga 1 tahun lamanya. Tahan ga tuh? Biaya yang dikeluarkan juga bisa dibilang cukup besar, apalagi ketika panitia dana usaha atau sponsorship tidak bisa menjalankan mesin proposalnya di tingkat paling maksimal. Akibatnya dana yang ditanggung oleh masing-masing anggota tim juga meningkat.

Lelah? Pasti. Namun semua perjuangan yang dilakukan untuk mengharumkan nama bangsa ngga bakal sia-sia deh, apalagi kalau mendengar lagu Indonesia Raya didengungkan karena menang kompetisi. Nangis cuy, nangis. Beda rasanya dengan nyanyi Indonesia Raya pas upacara bendera, apalagi denger ketika Timnas Indonesia sedang berlaga di televisi. Memori traveling karena alasan ini bakal bertahan seumur hidup.

Jalan-jalan ke luar negeri karena kompetisi – Biaya tergantung negara yang dikunjungi, mulai dari Rp 0 sampai urunan hingga Rp 20 juta, tempat wisata = ga ada dalam list, pulang-pulang bawa piala dan kebanggaan.

Pertukaran pelajar

Cara ini membutuhkan otak yang encer, dan keberuntungan yang sangat besar. Seperti cerita sebelumnya mengenai perjalanan saya mencari beasiswa, mengikuti pertukaran pelajar memang hal yang tidak mudah. Mulai dari mempersiapkan mental, mempersiapkan bahan ujian untuk seleksi, hingga mengenal kebudayaan sendiri. Sebagai agen budaya, tentunya pelajar-pelajar dari Indonesia yang terpilih untuk program ini harus bisa membuat negerinya bangga dong?

Beberapa sahabat saya yang mengikuti program pertukaran pelajar memang mengakui bahwa program ini membebaskan peserta dari biaya keberangkatan. Selain itu pengalaman yang mereka dapatkan di luar negeri juga membuat mereka berpikiran lebih luas, berbeda, dan lebih maju sehingga mendukung masa depan mereka. Relasi dari berbagai negara juga menjadi hasil yang mereka dapatkan ketika berkunjung ke negeri lainnya. Psssttt, ada program juga untuk para pemuda lho, jadi yang usianya 30 kebawah masih bisa mengikuti program-program pertukaran pemuda mancanegara ini.

Jalan-jalan ke luar negeri karena pertukaran pelajar – Biaya Rp 0, tempat wisata = tempat pertukaran pelajar, pulang-pulang bawa ilmu dan relasi baru yang memajukan negeri.

Undangan

Jalan-jalan nol rupiah lainnya karena undangan. Gimana caranya ya? (Foto : akbarmuhibar, Perth 2017)

Nah ini level paling dahsyat dari jalan-jalan ke luar negeri, UNDANGAN CUUUY! Tidak semua orang dapat diundang ke luar negeri karena occasion khusus, bahkan undangan ini levelnya sudah bisa menembus birokrasi negara. Ngga percaya? Dulu pada tahun 2003, keluarga saya pernah didatangi oleh salah seorang penulis ternama, yang diundang oleh lembaga di luar negeri untuk menghadiri acara penghargaan penulis se Asia Tenggara. Ajaibnya karena sebuah surat undangan ini, seluruh permasalahan di Imigrasi, di bandara, hingga perizinan visa bisa langsung di acc.

Bahkan, karena terhitung tamu negara, ia mendapatkan seluruh fasilitas kelas wahid yang sudah dipersiapkan negara pengundang. Ngga ngiler gimana tuh, jalan-jalan ke luar negeri cuma bawa paspor dan badan doang? Cuma duduk manis jadi undangan, pulang bawa gelar. Tapi, sebelum di undang tanya dulu, apakah kita sudah pantas di undang oleh sebuah negara karena dedikasi kita terhadap sebuah profesi, atau memiliki prestasi yang sangat cemerlang?

Jalan-jalan ke luar negeri karena undangan – Biaya Rp 0, tempat wisata = diatur pengundang, pulang-pulang dapet gelar, pengalaman, hingga relasi baru tingkat internasional.

Menang Lomba

Cara terakhir ini merupakan idaman semua orang. Udahlah menang lomba, eh hadiahnya jalan-jalan ke luar negeri tanpa harus bayar alias gratis. Tentunya traveling pakai cara ini bakalan berkesan banget deh. Kalau sering pantau lini IG, pasti banyak tuh lomba-lomba yang menawarkan paket perjalanan gratis untuk para pemenang. Bukan hanya sendiri, terkadang pemenang juga boleh bawa sahabat, atau orang terkasih untuk ikut liburan juga. Tempat yang ditawarkan juga paling hitz dan kekinian sesuai dengan lokasi traveling populer di sosial media.

Meskipun gratisan, menang lomba bukan hal yang mudah lho! Mulai dari menghadirkan karya terbaik, mendedikasikan waktu buat menyusun strategi menang lomba, sampai sampai promote kesana kemari supaya karyanya dilike. Saya sendiri belum pernah lho ke luar negeri karena menang lomba (dan pengen banget supaya bisa), karena jarang ikutan. hihihi. Tapi tentu saja pengorbanan untuk mampu menang lomba ini harus diacungi jempol. Setuju ga?

Jalan-jalan ke luar negeri karena menang lomba – Biaya Rp o, tempat wisata = paling kekinian, pulang-pulang dapat pengalaman, video, serta foto-foto yang tidak terlupakan.

Jadi sudah siap untuk traveling ke luar negeri dengan nol rupiah? Yuk berdoa yang kuat supaya bisa kesampaian 😀

 

38 Replies to “Inilah Beberapa Cara Traveling Ke Luar Negeri Dengan Nol Rupiah”

  1. Sebenernya sih nggak 0 rupiah banget ya karena kadang ada rasa norak dalam diri yang ngebuat pengeluaran tak terduga macam oleh2 sama makan di cafe2 sama jajan2 di pinggir jalannya wkwkkw

  2. Bener, memang bisa ke luar negeri ga pake bayar.
    Tapi semuanya pake perjuangan dulu, yang karena kerja ya berjuang dulu dapet kerjaannya.
    Yang menang lomba, ya berjuang siapin submissionnya.
    Yang diundang, ya berjuang dulu naikin reputasinya.

    Banyak jalan ke Roma, tinggal usaha aja. 😀

    1. Wah ini juga jadi cara menarik nih untuk ke luar negeri! Baru sekali dapet kesempatan tiket 0 rupiah 😀

    1. Beda banget mba oline, rasanya lebih asyik karena bisa ngacir kemana saja. Tentunya sesuai dengan itinerary yang udah dibuat sebelumnya 🙂

  3. Rumus jalan-jalan ke luar negeri ternyata belum paham buat saya, hahaha..
    Tapi kelar baca artikel ini jadi dapat pengetahuan baru 👍

  4. seru yak bisa jalan-jalan gratisan … bener kata kang Akbar banyak potensi untuk bisa traveling 0 rupiah, saya termasuk yg udah pernah ngalemin semua yang tulis di atas. Alhamdulillaaaah hehehe

    1. Sedaaap, kang Idfi sih emang beda. Semuanya dijabanin, hihihi. Ditunggu cerita2 menarik lainnya mas 🙂

  5. Halo ka Akbar…wah kalo ditanya pengen ga jalan2 ke luar negeri gratis, yahh pengen pake banget donk. Tapi apapun itu pasti usahanya kudu maksimal ya..untuk menang lomba aja, perjuangannya harus mengalahkan kompetitor lain hehehe..Semoga suatu saat nanti saya bisa jalan-jalan ke luar negeri gratis tis, gak usah jauh-jauh lah ke Rusia aja atau ke Norway hihihi. Amminn.

    1. Amiiiinnnn Rusia sama Norway emang kece mba Hida. Semoga yang gratis-gratis ini dapat menghampiri kita lebih cepat, hihihi.

  6. Buat aku, yang paling banget memungkinkan untuk ke luar negeri saat ini adalah dengan menang lomba. Kalau yang lain, masih perlu upaya eskstra mulai dari pertukaran pelajar atau kompetisi. Kalau dari pekerjaan, biasanya sih nggak maksimal buat jalan-jalan ke tempat yang dimau karena harusnya mengutamakan kerjaan dululah…

  7. Poin-poinnya memang menggoda sekali untuk bisa di cecapi. Tapi tentu itu bukan perkara mudah. Sungguh beruntung yg bisa menjejak.di negeri org dg beban biaya akomodasi yg tdk terlalu memberatkan

  8. Sebagai orang yang demen ikut lomba2 blog, tulisan Kak Akbar ini menginspirasi. Semoga suatu saat aku bisa menang lomba blog yg hadiahnya jalan2. E tapi kayanya ga bisa ga modal sama sekali sih, ke Bandaranya aja ngongkos hehehhe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!