Okay, liburan Lebaran sebentar lagi akan menjelang, dan percayalah banyak sekali persiapan yang harus dilakukan. Mulai dari memesan tiket, daftar barang bawaan, hingga transportasi dari rumah menuju bandara. Faktanya ada satu hal yang jarang mereka persiapkan, yaitu mempersiapkan diri diperiksa oleh petugas bandara.

Sadarkah, bahwa bandara merupakan tempat yang paling dijaga keamanannya? Lihat saja saat turun dari bus atau mobil, sudah banyak petugas keamanan yang telah menanti di setiap pintu masuk bandara. Bukan hanya itu, terdapat beberapa pintu pemeriksaan yang dilewati agar penumpang dijamin aman dan diperbolehkan masuk bandara.

Karena terlalu semangat (atau malah ribet) dengan barang bawaanya sendiri, banyak permasalahan yang terjadi saat melewati garis pengamanan di security area. Security area sendiri merupakan daerah yang dijaga ketat oleh petugas bandara, dengan beberapa alat pemeriksaan seperti body scanner dan baggage scanner. Semua diperiksa dah pokoknya!

Walhasil banyak penumpang yang menghabiskan waktu terlalu lama dalam sebuah pemeriksaan, dan membuat antrian pemeriksaan makin mengular. Jangan salah, makin lama mengantri, tubuh akan makin lelah sehingga menguras stamina saat libur Lebaran. Tentunya antrian ini juga menghabiskan waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk istirahat.

Saatnya kita geledah security area apa saja yang akan dihadapi ketika sampai bandara, dan beberapa trik mudah dari akbarjourney.com.

Area Pemeriksaan Pertama : Pemeriksaan Identitas

Sebelum memasuki terminal bandara, setiap penumpang akan diperiksa identitasnya. (foto : akbarmuhibar)

Sebelum memasuki ruang terminal, para penumpang pesawat udara akan diperiksa terlebih dahulu identitasnya siapa, dan apa pesawat yang akan mereka naiki pada hari itu. Pada umumnya di Indonesia, pemeriksaan ini akan dilakukan di depan pintu masuk, contohnya di Bandara Soekarno Hatta Terminal 1 dan Terminal 2, serta digabung dengan pemeriksaan lainnya di Teriminal 3 Ultimate. Sedangkan di luar negeri, pemeriksaan ini disatukan dengan pemeriksaan lainnya sehingga mempermudah urusan petugas.

Lalu bagaimana cara melewati pemeriksaan ini? Siapkan kartu identitas sebelum memasuki pintu bandara serta salinan tiket yang sudah dibeli, baik dalam bentuk digital maupun cetak. Pokoknya salinan ini simpan di dalam kantong, jaket, atau tempat yang mudah dijangkau dengan tangan. Biasanya petugas akan melihat nama, keaslian identitas, nama maskapai, serta tanggal dan jam keberangkatan.

Setelah semuanya sesuai dengan yang seharusnya, barulah penumpang diperbolehkan masuk. Bila tidak, penumpang akan diarahkan menuju pintu keberangkatan yang tepat, atau disuruh menunggu di luar karena belum waktu keberangkatannya. Jika peumpang tampak mencurigakan, barulah petugas membawanya ke tempat yang berwajib untuk diproses sebagaimana mestinya.

Area Pemeriksaan Kedua : Body dan Baggage Check

Body check dilakukan ketika melewati body scanner di bandara. Jangan lupa patuhi peraturan ketika pemeriksaan (foto : akbarmuhibar)

Setelah melewati pemeriksaan identitas, para penumpang akan diarahkan menuju area pemeriksaan tubuh dan barang atau Body and Baggage Check. Metodenya biasanya dilakukan bersamaan, yaitu penumpang diminta memasukkan semua barang dalam x-ray scanner, dan penumpang akan masuk dalam pintu body scanner untuk diperiksa apakah membawa benda berbahaya atau tidak.

Di Bandara Soekarno Hatta sendiri, metode ini dilaksanakan bersamaan, yaitu melewati baggage scanner dan body scanner. Namun ada beberapa bandara yang tidak melakukannya secara bersamaan, seperti Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai, serta Bandara Halim Perdana Kusumah. Biasanya penumpang akan melewati baggage scanner terlebih dahulu, baru melewati body scanner setelah memasukkan barang-barang ke di area check-in.

Baggage scanner, memastikan para penumpang tidak membawa benda-benda berbahaya ketika memasuki ruang terminal. (foto : akbarmuhibar)

Tips dari Akbarjourney.com
Jangan lupa menggunakan sebuah jaket dengan kantong yang cukup banyak. Nantinya masukkan semua barang-barang seperti gawai, jam tangan, ikat pinggang, kartu identitas, dan salinan tiket keberangkatan pada setiap kantongnya. Nantinya, jaket ini akan langsung dimasukkan dalam baggage scanner, tanpa harus kesulitan melepaskan jam dan ikat pinggang satu persatu.

Menurut pengalaman, teknik ini mampu menghemat waktu 3 hingga 5 menit lamanya ketika melewati pemeriksaan. Jadi bila ada petugas yang meminta jam tangan maupun ikat pinggang dilepas, Anda tinggal memasukkan jaket yang sudah lengkap dengan peralatan tersebut dalam baki baggage scanner. Tada! Saatnya melenggang ke dalam body scanner tanpa harus menimbulkan suara serta diperiksa lebih jauh oleh petugas.

Area Pemeriksaan Ketiga : Meja Tiket

Deretan meja check in di Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta yang dipenuhi oleh pengguna bandara. Siapkan salinan tket dan identitas untuk mendapatkan boarding pass. (foto : akbarmuhibar)

Setelah melalui dua area pemeriksaan, saatnya penumpang menukarkan bukti pembelian tiket dengan boarding pass. Pada area ini, identitas penumpang akan diperiksa serta akan dicocokkan dengan data yang ada. Setelah disetujui, penumpang akan dipersilahkan memasukkan barang-barang kedalam bagasi pesawat, sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

Tips akbarjourney.com
Jangan lupa bawa barang dengan aturan yang ditentukan oleh pihak maskapai dan bandara. Ada maskapai yang memberikan bagasi gratis sebanyak 15 kg, hingga 20 kg pada setiap penumpangnya. Ada juga maskapai yang berbiaya rendah, tidak memberikan bagasi gratis kepada penumpangnya. Sehingga bila ingin memasukkan barang dalam bagasi, akan dikenakan biaya yang sudah ditentukan maskapai, yang bisa seharga dengan harga tiket yang dibeli.

Jadi ketika membeli tiket pesawat, jangan lupa memeriksa layanan maskapai. Apakah mereka memberikan makanan pada penumpang, dan seberapa besar bagasi yang mereka berikan gratis kepada setiap penumpang. Layanan ini harus dibaca detail, sehingga para penumpang tidak merasa dirugikan oleh pihak maskapai. Bila beruntung, sebuah maskapai layanan penuh (full service) bisa memberikan bagasi gratis hingga 35 kg, banyak bukan?

Area Pemeriksaan Keempat : Imigrasi

Meja pemeriksaan paspor yang biasa digunakan oleh petugas Imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat. (foto ; akbarmuhibar)

Bila penerbangan yang dipilih menuju ke luar negeri, para penumpang akan melewati pemeriksaan Imigrasi. Nantinya para petugas akan memeriksa identitas, berupa sebuah paspor, dan memberikan tanda berupa cap sebagai izin keluar atau masuk di sebuah negara. Bila ingin keluar dari Indonesia, biasanya para petugas akan menanyakan negara tujuan, atau tidak bertanya sama sekali, hahaha.

Di beberapa negara yang pernah dikunjungi oleh Akbarjourney.com, pemeriksaan Imigrasi juga beragam. Mulai dari pemeriksaan Imigrasi tanpa menggunakan cap di Australia, Imigrasi yang menyeramkan dan mengintimidasi di Singapura, atau harus menggunakan foto dan sidik jari di Turki, Malaysia dan Ceko. Tentunya masih banyak cerita lainnya di berbagai negara.

Tips akbarjourney.com
Sebelum masuk ruang pemeriksaan, pastikan paspor sudah ada di tangan dan tunjukkan apresiasi kepada petugas dengan mengucapkan selamat pagi/siang/malam, serta terima kasih. Karena petugas Imigrasi tidak hanya memeriksa satu paspor saja, melainkan ribuan paspor setiap harinya. Jangan lupa mempersiapkan berbagai data seperti visa ataupun boarding pass bila diperlukan, sehingga pemeriksaan jauh lebih cepat.

Bila berada di luar negeri, pasang telinga baik-baik ketika diperiksa oleh Imigrasi. Karena ada beberapa instruksi yang biasanya harus dilaksanakan, seperti menghadap kamera atau meletakkan jari di atas fingerprint. Petugas Imigrasi biasanya juga bertanya beberapa hal, mulai dari berapa lama liburan, dimana akomodasinya, dan kemana saja akan berkunjung. Data-data ini akan membantu mereka memeriksa apakah pengunjung datang dengan legal, selain memeriksa visa yang sudah diterima sebelumnya.

Area Pemeriksaan Kelima : Meja Check-In

Penumpang memperlihatkan boarding pass sebelum masuk ke pesawat terbang kepada petugas. (foto : akbarmuhibar)

Setelah melewati 4 pemeriksaan sebelumnya, meja Check-In menjadi pemeriksaan terakhir oleh petugas sebelum masuk ke dalam pesawat. Biasanya petugas yang memeriksa adalah bagian dari maskapai yang menentukan seberapa banyak penumpang yang jadi berangkat, hingga memastikan semua penumpang akan mendapatkan kursi pesawat sesuai dengan nomornya.

Pemeriksaan ini akan mencocokkan kembali kartu identitas serta boarding pass yang sudah diterima. Para petugas memastikan penumpang menaiki pesawat yang benar, karena banyak kasus penumpang tidak mendengar dan langsung masuk kedalam antrian pesawat dengan kota berbeda. Walhasil, penumpang yang salah naik ini akan menunda keberangkatan, sebelum keluar dari dalam pesawat.

Supaya hal memalukan tersebut tidak terjadi, jangan lupa pasang telinga dan pasang mata dengan semua tanda yang ada di bandara. Mulai mendengar pengumuman, membaca daftar penerbangan, hingga pasang telinga dimana pintu keberangkatan pesawat yang seharusnya.

Hal ini menjadi penting, karena di Changi Airport, bandara terbaik di dunia, pergantian pintu keberangkatan terdengar sangat biasa pada menit-menit terakhir sebelum pesawat lepas landas. Tentunya sebagai penumpang yang harus berangkat beberapa menit lagi, harus mempersiapkan tenaga untuk melewati berbagai pintu di terminal Changi yang super luas, agar tiba tepat waktu di pintu keberangkatan yang sebenarnya.

Nah, setelah mengenali berbagai rintangan pemeriksaan ini, setidaknya para penumpang bisa meluangkan waktu sehingga tidak ketinggalan pesawat. Berbagai tips dari Akbarjourney.com juga diterapkan dalam penerbangan domestik maupun internasional. Selain itu siapkan juga stamina yang bagus, sehingga tetap kuat di bandara keberangkatan dan bandara kedatangan.

Selamat lebaran, selamat pulang kampung, dan selamat terbang!

21 Replies to “Trik Sederhana Lewati 5 Pemeriksaan Bandara yang Super Ketat”

  1. Yups, siapkan jaket yang banyak kantongnya. Secara pernah karena saat pemeriksaan bagasi semua dilepas, jaket dan jam tangan. Udah gitu, jam tangannya kelupaan ngambil. Untung ingat dan masih ada waktu sebelum pemeriksaan ke meja check in pesawat, jadi bisa balik ke tempat pemeriksaan bagasi dan nanya jam tangan yang tertinggal. Untungnya memang ada.

  2. Tipsnya perlu dicoba nih. Enak juga kalau bisa melewati meja meja pengecekan dengan cepat. Untuk dalam negeri aku suka kena di tas tanganku yang ngga pernah absen terisi kotak pensil. Yang kena selalu sama, antara cutter sama gunting, properti sekolah yang selalu di kotak pensil… Udah berapa ya? Hehehehe…

  3. Pernah aku lihat sendiri kejadian ada orang yang ga mau diperiksa body scanner bikin heboh satu ruangan, padahal sebaiknya kita ikuti aja prosedur ya Kak, demi keamanan kita sendiri

  4. Yang paling ngeri itu adalah kalau pas sial kena random check. Bisa langsung keringat dingin bercucuran. Meskipun kita nggak salah tetapi tetap aja mengkeret pas dipanggil. Makasih tipsnya Akbar. Will definitely try them on my next trip.

  5. Bener2 rintangan ketika pemeriksaan di Bandara, aku pernah pas mo ke SIN di Sutta, maduku diambil, jatah buat seminggu minum madu di sana kepaksa harus di lekleuk di situ seketika hahaha, berasa strong pake banget …

  6. Wah lengkap banget bang Akbar, dari domestik sampai mancanegara dan berbagai bandara. Bermanfaat. Intinya sih, siapin segala yang dibutuhkan sebelum diperiksa (kaya tiket dan kartu identitas plus paspor) dan taroh di tempat yang gampang diambil dan aman dari kececer. Terus untuk periksa tubuh, lepasin jam tangan, ikat pinggang, jaket. Kalau bisa sih menurutku ga usah pakai jaket, pakai tas aja. hehe
    Tambahan, semoga aku juga bisa jalan2 ke mana-mana suatu hari nanti. Aamiin.

  7. Sekedar tambahan aja, ketika berada di area IMIGRASI di negara manapun DILARANG untuk berfoto, jangan maenin HP, buka kacamata hitam, dan saat berhadapan petugas imigrasi harus buka topi.

  8. Alhamdulillah ga pernah bermasalah dg petugas bandara,lagian baru 6 kali pulang pergi menggunakan pesawat tujuan domestik pula.. Terimakasih tips nya mas, lain kali kalau mau keliling dunia saya akan buka artikelnya lagi 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!