Masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan berat untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM di Indonesia, terutama dengan banyaknya batasan untuk beraktivitas dan menurunnya daya beli masyarakat. Bahkan menurut survey dari Asia Development Bank, 50% UMKM menutup usahanya selama pandemi, dan 88% UMKM tidak lagi memiliki tabungan sehingga belanja secara fisik menurun. Namun ada perubahan yang terjadi dengan meningkatnya arus jual beli secara digital, dimana tidak diperlukan lagi perjumpaan langsung lewat penjual dan menjadi peluang pula untuk meneruskan usaha UMKM. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika memperlihatkan aktivitas belanja secara online meningkat hingga 400 persen! Sehingga ini menjadi peluang baru bagi UMKM yang 60% dari mereka dikelola oleh perempuan. Untuk itu Danone Indonesia dan Google Indonesia lewat program woman will memiliki inisiatif untuk meningkatkan penerapan teknologi digital untuk perempuan pengelola UMKM, lewat berbagai training yang ditujukan untuk para ibu kantin Warung Anak Sehat dan mitra AQUA Home service.

Kolaborasi banyak pihak untuk memajukan perempuan pelaku UMKM di Indonesia dari Danone Indonesia dan Google Indonesia. (Danone Indonesia)

Berbagai program kolaborasi digital pada perempuan pelaku UMKM ini dibahas secara santai dalam program “Perempuan UMKM: Berkembang dengan Memanfaatkan Teknologi Digital,” pada Jumat, 18 Desember 2020. Acara yang dipandu oleh Rory Asyari ini, dihadiri oleh beberapa pihak yang berkolaborasi bersama, mulai dari Destry Anna Sari dari Kementerian Koperasi dan UKM, Dora Songco dari Google Indonesia, Vera Galuh Sugijanto dari Danone Indonesia, serta Jonathan Eno sebagai Digital & Growth Consultant. Beberapa fakta menarik disampaikan lewat webinar ini, yang bisa menjadi kunci kemajuan UMKM di Indonesia.

Pentingnya Digitalisasi

Meski digulung oleh pandemi Covid-19, kehadiran UMKM tetap menjadi penggerak ekonomi Indonesia. Hal ini terlihat dari data yang diberikan oleh Ibu Destry, dimana Gerakan Bangga Buatan Indonesia mengalami peningkatan menjadi 2,9 juta UMKM dikala pembatasan ketat dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, terbatasnya infrastruktur digital, serta keterbatasan lainnya yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia. Peran penting kolaborasi terlihat disini, karena dengan dukungan seluruh pihak maka berbagai produk UMKM yang tidak bisa dinikmati secara fisik, kini bisa tersebar lewat teknologi digital.

Ibu Vera dari Danone Indonesia juga menyatakan pentingnya digitalisasi juga didukung oleh para perempuan, dimana perempuan mendominasi pengelolaan UKM di Indonesia. Selain itu, penggunaan teknologi digital seperti smartphone, ataupun media sosial seperti facebook, instagram, youtube, dan whatsapp perlu didukung secara penuh dengan cara optimalisasi. Hal ini juga menjadi penting karena besarnya peran e-commerce alias toko online yang dapat meningkatkan aktivitas UMKM dengan berbagai cara, mulai dari pemasaran makin luas, serta kemudahan distribusi barang-barang kepada konsumen.

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Dora dari Google Indonesia, dimana teknologi digital menjadi kebutuhan UMKM saat ini. Sehingga para perempuan pengelola UMKM harus didorong rasa percaya dirinya, serta mau belajar untuk menggunakan teknoogi baru ini. Karena pemanfaatan ini menjadi penting dalam peningkatan usaha, membantu dalam pengembangan produk dan riset, serta meningkatkan pembeli di berbagai daerah. Sehingga kunci pentingnya adalah bagaiana memupuk rasa percaya diri, mau belajar, dan tetap konsisten dalam penggunaan teknologi ini.

Tantangan UMKM Kala Pandemi

Digital Marketing menjadi salah satu strategi yang bisa diterapkan perempuan pelaku UMKM di kala pandemi covid-19 (Danone Indonesia)

Bapak Jonathan sebagai Digital & Growth Consultant, Ibu Destry dan Ibu Dora melihat ada beberapa poin yang menjadi tantangan UMKM di kala pandemi, dan bisa dikonversi menjadi batu loncatan dalam pengembangan usaha. Beberapa poin tersebut adalah:

  • Mengubah mindset membeli menjadi menjual barang.
    Kebanyakan para pengguna aplikasi e-commerce memanfaatkan teknologi tersebut untuk memudahkan proses belanja. Selain itu, paparan terhadap informasi di media sosial juga memancing pengguna supaya terus menerus belanja. Untuk itu menjadi sangat penting bagi para pengelola UMKM mengubah pola pikir belanja ini untuk menjual barang, sehingga ada motivasi bmengembangkan usaha sambil menggunakan e-commerce tersebut.
  • Koneksi dengan marketplace.
    Konseksi dengan marketplace menjadi langkah penting untuk mengantisipasi dampak pandemi covid-19 pada UMKM, mulai dari permintaan yang menurun, distribusi yang terhambat, dan permodalan. Dengan teknolgi marketplace, pada UMKM akan diperluas koneksinya sehingga dapat menerima permintaan dari negara-negara lainnya. Sedangkan dari sisi distribusi, para marketplace sudah bekerjasama dengan berbagai perusahaan logistik yang akan menyalurkan barang-barang. Selain itu dilihat dari permodalan, bisa dibilang penggunaan marketplace tidak membutuhkan biaya apapun alias gratis, sehingga dapat menghemat biaya promosi.
  • Pentingnya literasi digital dalam berjualan di internet.
    Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara yang terbanyak menggunakan media sosial, literasi digital tetap menjadi hal yang paling penting ditingkatkan, terutama dalam berjualan di internet. Hal ini harus didukung oleh berbagai akses pengetahuan yang nantinya akan membantu para pengelola UMKM mempromosikan produknya di sosial media, ditambah juga dengan optimalisasi penggunaannya.
  • Akses belajar teknologi digital.
    Meskipun sudah banyak cara yang tersedia, tetapi tidak semua orang mampu mempelajarinya secara instan. Oleh karena itu dibutuhkan berbagai akses belajar teknologi digital yang dapat dirasakan oleh para pengusaha UMKM yang ada di Indonesia. Dalam jalur ini, dibutuhkan berbagai kolaborasi berbagai pihak demi kemajuan UMKM, seperti yang dilakukan oleh Danone Indonesia dan Google Indonesia.

Inisiatif Danone Indonesia dan Google Indonesia

Seperti yang disebutkan sebelumnya, para perempuan yang terjun di dunia UMKM merupakan orang-orang yang tahan banting dan harus mau belajar sesuatu yang baru, yaitu teknologi digital. Salah satunya adalah penyelenggaraan berbagai kelas mengenai teknologi digital dalam dua program yang sudah dimiliki Danone Indonesia, yaitu Warung Anak Sehat dan AQUA Home Service.

Dua program unggulan untuk perempuan oleh Danone Indonesia, Warung Anak Sehat dan AQUA Home Service (Danone Indonesia)

Dalam program Warung Anak Sehat, para ibu-ibu penjaga kantin sekolah diberikan kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya dalam pengetahuan kesehatan dan gizi, agar terampil memberikan jajanan bergizi sehat, serta memberikan bantuan secara langsung agar tetpa berdaya. Sedangkan dalam program AQUA Home Service, para ibu-ibu diberikan kesempatan mempelajari keterampilan bisnis dasar seperti pemasaran, penjualan dan hubungan pelanggan. Sehingga tidak hanya mampu meningkatkan ekonomi keluarga dan komunitas, mereka juga mampu memberikan edukasi mengenai hidrasi yang sehat di lingkungannya.

Kegiatan ini juga didukung oleh Google Indonesia dengan program Women Will yang berfokus pada wanita wirausaha untuk belajar secara luring selama pandemi, di 14 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Kolaborasi yang dilakukan adalah memberikan kelas dengan 700 peserta melalui google meet selama 7 sesi. Kelas ini membahas mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk optimalisasi bisnis mulai dari penggunaan media sosial dan fitur Google My Business, membangun kesiapan mental berwirausaha, serta penguatan business mindset yang disusun dalam 4 modul dan disampaikan secara bertahap.

Harapan ke Depan

Program ini telah melahirkan berbagai success story dimana para perempuan yang menjalankan UMKM mengalami peningktan usaha 80% lebih baik setelah menggunakan teknologi. Sehingga diharapkan kedepannya dapat memberikan dampak baik dalam ekonomi keluarga, komunitas, negara, dan kesehatan. Karena dengan berbagai program ini akan lebih banyak perempuan yang berdaya, kan terus bangkit dan mampu memajukan UMKM Indonesia.

2 Replies to “Perempuan dan Teknologi Digital Kunci Kemajuan UMKM Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten ini dilindungi!